GENMILENIAL.ID — Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025 lalu masih menyisakan trauma mendalam bagi warga terdampak.
Bencana hidrometeorologi tersebut melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Hingga kini, kisah detik-detik saat banjir menerjang permukiman warga masih membekas, salah satunya dialami Ratna bersama anaknya, Muhammad Sidiq.
Baca Juga: LinkHub Cafe resmi dibuka di Subang, jadi ruang diskusi dan pengembangan SDM lokal
Cerita tersebut dibagikan melalui unggahan relawan kemanusiaan Atika Cahya di akun Instagram @atika_cahyaa dan menjadi perhatian warganet.
Hujan tak berhenti, air datang tiba-tiba
Kepada relawan, Ratna menuturkan bahwa hujan mengguyur wilayah tempat tinggalnya tanpa henti selama beberapa hari sebelum banjir datang.
“Kan telat tidur, hujan terus sudah lima hari, entah tujuh hari nggak ada henti-hentinya, siang dan malam,” ujar Ratna, dikutip Jumat, 23 Januari 2026.
Ia mengaku mulai panik saat mendengar teriakan warga dari luar rumah yang memberi peringatan banjir.
Baca Juga: Viral warga Bekasi ngadu ke KDM soal banjir harapan indah, developer diminta temui konsumen
“Kedengaran orang teriak banjir, katanya nggak bisa lewat,” ucapnya.
Situasi semakin mencekam ketika ia membuka pintu rumah dan air langsung masuk dengan deras.
“Pas bangun, buka pintu, langsung masuk. Allahu Akbar, deras kali air tadi,” tuturnya.
Artikel Terkait
Sebulan jelang Ramadan, warga Aceh masih bergulat dengan lumpur sisa banjir bandang
Tak ada pilihan selain makam, warga Aceh Tamiang bertahan di kuburan Tionghoa pascabanjir
Banjir rendam rumah panggung KDM di Karawang, air capai 3 meter hingga sekolah ikut terendam
Jalur terputus hingga lewati tali sling, perjuangan relawan tembus desa terisolir di Aceh Tengah
Hampir dua bulan pascabanjir, Aceh Tamiang kini berselimut debu dan terancam ISPA
Meski jadi korban banjir, warga Pidie Jaya ini tetap masak di dapur umum: Kami iba kalau nggak ada yang masak
Viral kades di Sragen mandi lumpur protes jalan rusak puluhan tahun tak kunjung diperbaiki