Hampir dua bulan pascabanjir, Aceh Tamiang kini berselimut debu dan terancam ISPA

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 21 Januari 2026 | 00:12 WIB
Kondisi Aceh Tamiang yang penuh dengan debu pascabanjir (Instagram/soviaaudita)
Kondisi Aceh Tamiang yang penuh dengan debu pascabanjir (Instagram/soviaaudita)

GENMILENIAL.ID — Belum tuntas persoalan lumpur sisa banjir, warga Aceh Tamiang kini kembali dihadapkan pada persoalan baru.

Lumpur yang mengendap hampir dua bulan pascabanjir mulai mengering dan berubah menjadi debu tebal yang beterbangan, terutama di kawasan permukiman dan jalan utama.

Debu tersebut muncul akibat endapan lumpur yang mengeras lalu terangkat ke udara setiap kali dilintasi kendaraan.

Kondisi ini kian terasa di ruas jalan yang ramai aktivitas warga, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan hingga ancaman gangguan kesehatan.

Baca Juga: Viral keluhan guru honorer soal gaji, bandingkan penghasilan dengan sopir MBG: Miris hati saya

Kondisi Aceh Tamiang berselimut debu

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi Aceh Tamiang yang kini dipenuhi debu.

Salah satunya diunggah akun Instagram @ergiis_, yang memperlihatkan kendaraan dan lingkungan sekitar tertutup debu bekas lumpur banjir.

“Luar biasa debunya, luar biasa. Semangat kita ya, nggak tega lihatnya,” tulis pemilik akun dalam unggahannya, dikutip Rabu, 21 Januari 2026.

Dalam video tersebut terlihat kendaraan yang melintas meninggalkan kepulan debu tebal. Debu itu berasal dari lumpur banjir yang telah mengering akibat terpapar panas selama berminggu-minggu.

Baca Juga: Jalur terputus hingga lewati tali sling, perjuangan relawan tembus desa terisolir di Aceh Tengah

Unggahan serupa juga dibagikan akun @soviaaudita, yang memperlihatkan kondisi jalanan Aceh Tamiang saat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

“Hari ke-54 pascabanjir dan longsor di Aceh. Debu tebal sisa lumpur masih selimuti pemukiman warga Aceh,” tulisnya.

Ia menambahkan, setiap hembusan angin dan lalu lintas kendaraan membuat partikel debu beterbangan, sehingga menciptakan lingkungan yang tidak sehat bagi warga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X