GENMILENIAL.ID — Belum tuntas persoalan lumpur sisa banjir, warga Aceh Tamiang kini kembali dihadapkan pada persoalan baru.
Lumpur yang mengendap hampir dua bulan pascabanjir mulai mengering dan berubah menjadi debu tebal yang beterbangan, terutama di kawasan permukiman dan jalan utama.
Debu tersebut muncul akibat endapan lumpur yang mengeras lalu terangkat ke udara setiap kali dilintasi kendaraan.
Kondisi ini kian terasa di ruas jalan yang ramai aktivitas warga, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan hingga ancaman gangguan kesehatan.
Baca Juga: Viral keluhan guru honorer soal gaji, bandingkan penghasilan dengan sopir MBG: Miris hati saya
Kondisi Aceh Tamiang berselimut debu
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi Aceh Tamiang yang kini dipenuhi debu.
Salah satunya diunggah akun Instagram @ergiis_, yang memperlihatkan kendaraan dan lingkungan sekitar tertutup debu bekas lumpur banjir.
“Luar biasa debunya, luar biasa. Semangat kita ya, nggak tega lihatnya,” tulis pemilik akun dalam unggahannya, dikutip Rabu, 21 Januari 2026.
Dalam video tersebut terlihat kendaraan yang melintas meninggalkan kepulan debu tebal. Debu itu berasal dari lumpur banjir yang telah mengering akibat terpapar panas selama berminggu-minggu.
Baca Juga: Jalur terputus hingga lewati tali sling, perjuangan relawan tembus desa terisolir di Aceh Tengah
Unggahan serupa juga dibagikan akun @soviaaudita, yang memperlihatkan kondisi jalanan Aceh Tamiang saat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
“Hari ke-54 pascabanjir dan longsor di Aceh. Debu tebal sisa lumpur masih selimuti pemukiman warga Aceh,” tulisnya.
Ia menambahkan, setiap hembusan angin dan lalu lintas kendaraan membuat partikel debu beterbangan, sehingga menciptakan lingkungan yang tidak sehat bagi warga.
Artikel Terkait
Pemulihan pertanian jadi kunci hidup 80 persen warga, influencer Virdian Aurellio soroti kondisi petani Aceh Tamiang pascabanjir
Lebih dari sebulan pascabanjir, warga Desa Pante Kera Aceh Timur bertahan di bukit dan masih terisolir
Pilu ibu korban banjir bandang Aceh, kenang genggaman terakhir anak: Yang penting kalian hidup, biarkan mama
Pamit umrah, Salim A Fillah tinggalkan jejak kebaikan di Aceh usai bangun jembatan hingga sekolah darurat
Terobos banjir demi mengajar, aksi guru matematika SMK Serang ini tuai salut warganet
Tak ada pilihan selain makam, warga Aceh Tamiang bertahan di kuburan Tionghoa pascabanjir
Jalur terputus hingga lewati tali sling, perjuangan relawan tembus desa terisolir di Aceh Tengah