Plt Dirut RS Ngoerah, Wayan Sudana, menegaskan perlunya tanggung jawab kolektif seluruh pihak.
“Kami mengajak semua pihak menggunakan media sosial secara bijak dan menjaga nama baik profesi kesehatan,” ujarnya.
Kasus Timothy Anugerah menjadi alarm keras bagi lembaga pendidikan, bahwa prestasi akademik tanpa empati hanya melahirkan krisis moral di masa depan.***
Artikel Terkait
Hadiri pemakaman korban bullying, Kapolres Subang sampaikan belasungkawa yang mendalam dan tegaskan akan mengusut tuntas kasus almarhum A.R
Maraknya kasus bullying, Ketua PGRI Subang: Banyak guru ragu dalam mendisiplinkan siswa, takut dikriminalisasi
Remehkan orang ngegym, Timothy Ronald disentil keras Deddy Corbuzier
Renungan sunyi usai kepergian Timothy Anugerah: Jeritan hati ibunda ke anaknya yang dibayangi jahatnya perundungan
Tragedi kematian Timothy Anugerah: 6 Mahasiswa pembuli dikenai sanksi nilai D, HIMASOS desak tindakan tegas
Kasus Timothy Anugerah di UNUD: Cermin buram dunia kampus dan luka sosial dari bullying yang tak terlihat
Kasus Timothy Anugerah di UNUD kian panjang: DPR desak Satgas kekerasan aktif, RS hentikan koas pelaku, keluarga resmi lapor polisi