GENMILENIAL.ID – Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjadi sorotan terkait dua persoalan berbeda yang berkaitan dengan integritas dan tata kelola pemerintahan.
Sorotan terhadap Nusron menguat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap pengurusan hak guna bangunan di Kabupaten Bogor.
Dari delapan tersangka tersebut, KPK menyebut empat orang diduga merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid.
Baca Juga: Maulid di Subang, Ega Anjani tekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah
Sementara itu, Raja Juli sebelumnya menjadi perhatian setelah melaporkan penerimaan amplop dari Bupati Kuantan Singingi nonaktif Suhardiman Amby sebagai gratifikasi kepada KPK.
Laporan tersebut kemudian ditolak KPK karena lembaga antirasuah sedang mengusut perkara dugaan suap yang berkaitan dengan Suhardiman.
Empat orang kepercayaan Nusron jadi tersangka
Dalam perkara ATR dan BPN, KPK menyebut empat dari delapan tersangka sebagai orang yang diduga merupakan kepercayaan Nusron.
Mereka adalah mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry.
Baca Juga: Kronologi kasus pelecehan siswi di SMA Kulon Progo DIY: Terekam CCTV, pelakunya diduga satpam
KPK juga mengungkap adanya dugaan struktur yang disebut seperti “struktur bayangan” di lingkungan ATR dan BPN.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik melihat adanya pihak-pihak di luar struktur resmi yang memiliki akses dan menjadi penghubung antara pihak eksternal dengan pejabat di lingkungan ATR dan BPN.
Dalam perkara tersebut, KPK menetapkan delapan tersangka. Selain empat pihak yang disebut sebagai orang kepercayaan Nusron, terdapat Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR dan BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi, serta pihak swasta Rizal Pahlevi.
Baca Juga: Kasus hilangnya 5 jurnalis di Selat Sunda: Sisir lokasi dihentikan usai 10 hari pencarian
Artikel Terkait
Nusron Wahid: Penetapan tanah terlantar perlu proses 587 hari, tidak bisa diambil serta merta
Raja Juli gesit klarifikasi soal main domino dengan tersangka pembalakan liar, mengaku baru tahu setelah viral
Kasus sengketa tanah Jusuf Kalla, Menteri ATR BPN sebut momentum pembenahan sistem pertanahan
Menhut Raja Juli berpeluang dipanggil KPK, buntut dugaan gratifikasi pengurusan izin pelepasan kawasan HPT
Tak cukup klarifikasi, Menhut Raja Juli lapor ke KPK soal amplop dari Bupati Kuansing
Siapa Gus Arif? Orang dekat Nusron Wahid yang diduga jadi pengepul duit pertanahan di ATR BPN
Gubernur Sherly ngeluh setahun urus tanah namun tak kunjung rampung, Wamen ATR BPN kena sindir