Kasus Timothy Anugerah di UNUD kian panjang: DPR desak Satgas kekerasan aktif, RS hentikan koas pelaku, keluarga resmi lapor polisi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 20 Oktober 2025 | 00:06 WIB
Menyoroti fakta terkini terkait kasus perundungan yang membayangi peristiwa kematian Timothy Anugerah di Universitas Udayana (X.com/@aska)
Menyoroti fakta terkini terkait kasus perundungan yang membayangi peristiwa kematian Timothy Anugerah di Universitas Udayana (X.com/@aska)

GENMILENIAL.ID — Kasus kematian mahasiswa Universitas Udayana (UNUD), Timothy Anugerah Saputra (22 tahun), terus bergulir dan kini memasuki babak baru.

Setelah sempat diselimuti kabar simpang siur, keluarga korban akhirnya resmi melapor ke pihak kepolisian untuk mencari kebenaran di balik tragedi yang terjadi pada Rabu, 15 Oktober 2025 itu.

Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, membenarkan bahwa penyidik masih melakukan pendalaman terkait penyebab jatuhnya Timothy dari gedung kampus UNUD.

Baca Juga: Kasus Timothy Anugerah di UNUD: Cermin buram dunia kampus dan luka sosial dari bullying yang tak terlihat

“Polisi melakukan serangkaian penyelidikan untuk menemukan titik terang apakah korban memang bunuh diri atau ada unsur kecelakaan. Saat ini masih ada pendalaman dari Polsek Denpasar Barat,” kata Sukadi di Denpasar, Bali, Minggu, 19 Oktober 2025.

Sukadi menambahkan, penyelidikan tetap dilakukan meski keluarga sempat menyatakan ikhlas dan enggan melapor.

Langkah itu diambil untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Keluarga resmi laporkan kasus ke polisi

Ayah korban, Lukas Triana Putra, akhirnya mengajukan laporan resmi ke Polresta Denpasar pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

Baca Juga: Prabowo puji kepala BGN kembalikan Rp70 triliun anggaran MBG: Ini sejarah, pejabat kembalikan uang ke negara

Ia menyebut banyak informasi yang tidak konsisten dari pihak kampus terkait kronologi kematian anaknya.

“Saya ingin mencari kebenaran, karena yang selama ini kita terima itu berita masih simpang siur. Oleh sebab itu saya serahkan kepada pihak kepolisian,” ujar Lukas.

Ia juga mengaku pihak kampus belum memberikan penjelasan yang jelas mengenai insiden tersebut.

“Beritanya bolak-balik, berubah-ubah istilah. Oleh sebab itu saya laporkan ke polisi,” ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X