“Mereka adalah ujung tombak dalam menjaga kerukunan. Begitu ada potensi masalah, harus segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan FKUB,” katanya.
Sementara itu, Toto Wijaksana, Wakil Ketua Bidang Keorganisasian GP Ansor Subang yang juga hadir sebagai peserta, menilai sosialisasi ini penting karena regulasi seperti SKB 2 Menteri perlu diterapkan hingga ke tingkat desa.
“Kasus-kasus intoleransi pasti ada di setiap daerah. Yang penting bagaimana cara meredam dan menyelesaikannya dengan dingin agar umat beragama tetap nyaman menjalankan keyakinannya,” ujar Toto.
Komitmen bersama jaga toleransi
Kegiatan tersebut ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap bersama oleh tokoh lintas agama, yang menegaskan komitmen menjaga kerukunan hidup beragama di Kabupaten Subang.
Budiono berharap kegiatan semacam ini menjadi sarana edukasi sekaligus pengingat bahwa harmoni antarumat beragama merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang damai dan beradab.
“Harapan kami, kondusivitas kehidupan beragama di Kabupaten Subang selalu terjaga. Jika ada persoalan, kita selesaikan dengan musyawarah dan sesuai aturan,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Pembangunan Rumah Ibadah, Ketua FKUB Subang sebut terkait SKB 2 Menteri, seperti ini penjelasanya
Jaga kondusifitas jelang Pilkada 2024, FKUB Subang akan gelar dialog moderasi beragama
FKUB Subang gelar moderasi beragama jelang Pilkada 2024, Dr. Imran sebut pentingnya peran pemimpin agama untuk menetralisir hal yang tidak diinginkan
Masyarakat adat dan FKUB, Budiono Ilyas : Kita ingin merangkul institusi yang berkaitan dengan itu, walaupun secara tupoksi bukan ranah FKUB
FKUB Subang: Penista agama berlindung dibalik aliran kepercayaan
FKUB Subang nyatakan sikap tegas tolak syiar door to door Saksi-Saksi Yehuwa
Langgar SKB 2 Menteri, FKUB Subang siap lapor Saksi-Saksi Yehuwa ke penegak hukum