Baca Juga: Momen HUT ke-80 RI, 10 warga binaan Lapas Kelas IIA Subang dinyatakan bebas lewat remisi
Hal tersebut bahkan sudah disepakati secara regulasi dan tujuan pemerintah beberapa periode dengan tagline Generasi Indonesia Emas 2045.
Kondisi sosial politik saat ini akan sangat berpengaruh terhadap 'pewaris' kemerdekaan di masa mendatang.
Maka pemerintah sebagai pengelola (manager) pembuat kebijakan (policy maker) dituntut serius untuk merealisasikan cita cita atau tujuan nasional bangsa Indonesia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.
Pemerintah harus konsisten dalam hal melayani dan memenuhi janji janji atau programnya sewaktu kampanye, mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, menegakkan hukum tanpa pandang bulu, menciptakan ekonomi yang berkeadilan sosial serta memberikan rasa aman bagi warga negaranya.
Apabila hal tersebut diwujudkan maka tentunya cinta tanah air akan seiring sejalan dengan kehendak masyarakat sehingga mereka akan setia (loya) kepada negaranya. Sehingga klaim 'right or wrong is my country' sebagaimana dipopulerkan oleh PM Inggris Winston Churcill (1874-1965).
Warga negara Indonesia tetap akan loyal apapun yang terjadi dengan negaranya selama pemerintah dapat melaksnakan tugasnya melayani warga negaranya dengan optimal dan mengayomi secara egaliter dan tidak diskriminatif.
Dengan izin dan takdir Allah SWT, tentunya kita harus bersyukur dengan nikmat kemerdekaan yang kita hirup dan rasakan saat ini.
Maka kewajiban kita semua untuk mengisi kemerdekaan dengan melakukan hal atau karya positif yang konstruktif untuk membangun Indonesia dan sekuat tenaga sesuai dengan latar belakang dan peran sosial yang dimiliki untuk bersama sama mewujdukan cita cita atau tujuan nasional bangsa Indonesia.
Rudi Haryono, Dosen Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) dan Mahasiswa S3 Unika Atma Jaya Jakarta