Kita perlu kembali ke keberanian yang tenang, pada idealisme yang terdidik, dan semangat yang tidak mudah padam.
Baca Juga: Agar daging kurban mudah dipotong, ini 4 cara mengasah pisau agar tetap tajam dan efektif
Tan Malaka adalah pengingat bahwa revolusi bukan milik mereka yang keras suara, tapi mereka yang keras hati, teguh dalam kebenaran, setia dalam penderitaan.
Dan jika hari ini kita bertanya: apa yang harus dilakukan kaum muda?
Jawaban Tan Malaka mungkin tak panjang. Ia hanya akan berkata: berpikir, belajar, dan berjuang. Dengan nalar. Dengan keberanian. Dan dengan cinta pada rakyat.
Yaya Suryana, Jurnalis dan Alumni Universitas Indraprasta PGRI Jakarta