Bayangan menakutkan lainnya pun muncul, bagaimana melunasi target PAD karena target penerimaan tergerus bencana?
Merajuk ke bupati dan DPRD ingin dimaklumi? Rasanya masih ada jalan. Jangan menyerah.
Akhirnya, setoran PAD sebesar Rp1,710 miliar berhasil kami setorkan ke kas daerah. Penerimaan bulanan juga naik setelah sederet upaya yang dipaparkan di atas.
Selain mengoptimalkan penerimaan, juga menekan biaya pengeluaran hingga hampir 35 persen.
Dampak bencana hingga kini masih terasa. Pelanggan di titik-titik terjauh masih merasakan dampaknya. Sebab debit air terdistribusi belum pulih.
Kami sudah bolak-balik ke PUPR, BBWS, hingga Kantor Staf Presiden (KSP). Kabarnya mata air Cipondok baru akan diperbaiki PUPR pada 2025 mendatang.
"Tidak bisa di tahun 2024 karena anggaran terbatas. Anggaran ditarik untuk konsentrasi pembangunan IKN," kurang lebih demikian jawaban yang kami terima dari beberapa pihak.
Sementara perusahaan besar tetangga sebelah yang juga menggunakan mata air itu, sudah rehab total. Kami, sambil menunggu, baru mampu membuat bendung limpas di mata air dan saluran transmisi sementara.
Baca Juga: Festival spektakuler Sawindu Galuh Pakuan Cup Seri VIII resmi dibuka di Kabupaten Subang
Di balik bencana, ada berkah yang Tuhan hadirkan. Kami menyempatkan diri mengukuti West Java Investment Challenge (WJIC) yang digelar Dinas Perizinan dan Bank Indonesia Jabar.
Setelah beberapa kali presentasi di hadapan para calon asing maupun dalam negari, ternyata kami juara. Penghargaan diserahkan gubernur kepada Pj Bupati Subang. Alhamdulillah.
Ternyata kami dipertemukan calon investor dari Dubai yaitu Anaab PTE, LTd. Ternyata bagian dari grup besar perusahaan terkemuka di Timur Tengah yang punya beragam proyek raksasa di dunia: Shadid Engineering Group.
Ternyata perusahaan dari Cina dan Korea pun banyak yang berminat. Juga calon investor dalam negeri. Kami sedang lakukan seleksi dan verifikasi.