esai

ESAI : Belajar bertutur santun

Sabtu, 29 Juni 2024 | 22:57 WIB
Rizky Ramadhan, Mahasiswa Unsika

Dalam dinamika kehidupan sosial saat ini, bertutur kata sopan dan santun menjadi aset yang tak ternilai harganya.

Kemampuan untuk berkomunikasi dengan sopan dan santun merupakan bentuk menghormati orang lain.

Selain mencerminkan etika yang baik, bertutur santun juga dapat menciptakan lingkungan yang tentram dan harmonis.

Belajar bertutur santun juga bukan hanya soal mematuhi aturan tata krama. Hal ini juga merupakan wujud menghargai keberagaman pendapat dan pengalaman orang lain.

Dengan menghargai sudut pandang orang lain, kita membuka jalan bagi diskusi yang berbobot dan solutif.

Baca Juga: Apa penyebab pemanasan global?

Dalam konteks pendidikan, melatih pelajar untuk bertutur santun seharusnya menjadi bagian inti dari kurikulum sekolah.

Membiasakan siswa untuk menyampaikan pendapat dengan bahasa yang sopan dan membangun dialog yang bermutu akan membantu mereka menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga mampu berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitar.

Di tempat kerja, keterampilan bertutur santun dapat mengurangi konflik dan meningkatkan kolaborasi antar tim.

Ketika setiap anggota tim mampu menyampaikan ide dan masukan dengan cara yang menghormati, hal ini menciptakan iklim kerja yang inklusif dan memperkuat rasa saling percaya.

Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari, bertutur santun juga mencerminkan kepribadian seseorang.

Baca Juga: 7 Tips dalam upaya menjaga kualitas udara kita agar tetap sehat

Orang yang mampu mengendalikan bahasa dan emosinya dalam setiap situasi cenderung dihormati dan dipercaya oleh orang lain.

Hal ini membangun reputasi positif yang berdampak baik dalam jangka panjang.

Halaman:

Tags

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB