GENMILENIAL.ID – Pemanasan global terus menjadi ancaman yang semakin nyata bagi kehidupan di planet ini.
Peningkatan suhu rata-rata bumi yang diakibatkan oleh aktivitas manusia telah menciptakan kekhawatiran global.
Tetapi, apa sebenarnya yang menjadi penyebab dari pemanasan global? mari kita membahas faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap fenomena ini.
Gas rumah kaca, faktor utama
Salah satu penyebab utama pemanasan global adalah peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.
Gas-gas ini, termasuk karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O), memiliki kemampuan untuk menjebak panas dari matahari. Ini dikenal sebagai efek rumah kaca.
Baca Juga: 7 Tips dalam upaya menjaga kualitas udara kita agar tetap sehat
1. Karbon dioksida (CO2)
CO2 adalah gas rumah kaca paling signifikan dan berasal dari berbagai sumber, seperti pembakaran bahan bakar fosil (minyak, batu bara, dan gas alam) untuk energi dan transportasi, serta deforestasi.
Data menunjukkan bahwa sejak Revolusi Industri, konsentrasi CO2 di atmosfer telah meningkat dari sekitar 280 bagian per juta (ppm) menjadi lebih dari 420 ppm pada tahun 2024.
2. Metana (CH4)
Metana adalah gas rumah kaca yang lebih kuat daripada CO2, meskipun konsentrasinya lebih rendah di atmosfer.
Sumber utama metana termasuk peternakan (terutama dari proses pencernaan hewan ternak), pertanian (misalnya, sawah), dan ekstraksi bahan bakar fosil.
Baca Juga: Polusi udara Jakarta tinggi, IDAI rekomendasikan agar anak-anak banyak konsumsi buah
Artikel Terkait
Ancaman serius, ini bahaya polusi udara bagi kesehatan manusia
Studi menemukan hubungan antara polusi udara dan depresi
Peduli lingkungan dan pola hidup sehat, Ikatan Apoteker Indonesia Kabupaten Subang gelar santunan dan edukasi penggunaan obat kepada masyarakat
Tinjau CFD pertama setelah Ramadhan dan pemilu, Dr. Imran harap UMKM Subang bisa lebih maju dan ajak masyarakat jaga kebersihan lingkungan
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pj. Gubernur Jabar ingin ada terobosan inovasi dalam upaya jaga lingkungan, tidak hanya sekadar seremonial
Polusi udara Jakarta tinggi, IDAI rekomendasikan agar anak-anak banyak konsumsi buah
7 Tips dalam upaya menjaga kualitas udara kita agar tetap sehat