Baca Juga: Wajib tahu, ini 7 minuman yang dipercaya bisa tingkatkan kecerdasan otak dan daya ingat
Sudah saatnya guru beserta pimpinan sekolah membuktikan bahwa mereka mampu sejajar dengan sekolah-sekolah berlabel favorit.
Hal ini tentunya dapat dicapai dengan adanya program-program yang berorientasi pada peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan, pemenuhan kebutuhan sarana sekolah dan bermuara pada meningkatnya mutu layanan pendidikan kepada peserta didik.
Dengan demikian, adanya anggapan bahwa sistem zonasi menghalangi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan terbaik menjadi tidak relevan.
Kedua, peningkatan mutu layanan sekolah bukanlah semata - mata tanggungjawab pihak manajemen sekolah maupun pemerintah.
Maju atau tidaknya sekolah juga ditentukan oleh sejauh mana partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program-program yang dicanangkan oleh sekolah.
Oleh karena itu, masukan dan bantuan berupa tenaga, pikiran, atau bahkan dana dari para orangtua sangatlah diharapkan.
Artinya, sangat tidak bijak apabila kita ingin mendapatkan layanan yang terbaik dari sekolah sementara kita sendiri tidak bersedia memberikan sumbangsih bagi kemajuan sekolah.
Ketiga, adanya pergeseran paradigma pembelajaran di abad 21 yang perlu dipahami oleh orangtua.
Diberlakukannya Kurikulum 2013 sejak beberapa tahun silam sejatinya dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan hadirnya sebuah konsep pembelajaran yang mampu memberikan bekal kepada generasi saat ini untuk menjawab berbagai tantangan di masa yang akan datang.
Adapun kemampuan untuk berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis serta bertindak kreatif atau yang lebih dikenal dengan istilah 4C (communication, collaboration, critical thinking and creativity) menjadi modal dasar bagi mereka yang saat ini tengah duduk di bangku sekolah untuk mampu menghadapi persaingan global.
Dalam konteks PPDB dengan sistem zonasi, siswa yang memiliki prestasi sangat baik di sekolah sebelumnya diharapkan tidak hanya berkumpul pada satu sekolah saja, melainkan disebar ke seluruh sekolah.
Dengan demikian, setiap sekolah akan memiliki siswa unggulan yang diharapkan mampu membagi pengalaman serta prestasinya dengan rekan-rekannya.