Sempat jalani perawatan di RS Hamori, korban pengeroyokan geng motor meninggal dunia, Pj. Bupati harap kejadian serupa tidak terulang lagi di Subang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 5 Juni 2024 | 22:24 WIB
Pj. Bupati Subang, Dr. Imran berikan keterangan pers pada awak media, usai melakukan takziah kepada keluarga korban pengeroyokan geng motor di Subang, Rabu, 5 Juni 2024
Pj. Bupati Subang, Dr. Imran berikan keterangan pers pada awak media, usai melakukan takziah kepada keluarga korban pengeroyokan geng motor di Subang, Rabu, 5 Juni 2024

 

GENMILENIAL.ID - Siswa SMP korban pengeroyokan geng motor akhirnya menghembuskan nafas terakhir, setelah sebelumnya dilakukan perawatan selama beberapa hari di RS Hamori Subang.

Korban yang tinggal di Gang Melati, Kelurahan Cigadung, Kabupaten Subang, meninggal dunia pada Rabu, 6 Juni 2024.

Selama perawatan, kondisi korban diketahui cukup parah akibat pendarahan di kepala karena pukulan benda tumpul.

Pj. Bupati Subang, Dr. Imran yang sebelumnya menjenguk korban saat masih dalam perawatan di RS. Hamori turut melakukan Takziah ke kediaman keluarga korban.

Bahkan Dr. Imran turut menyaksikan secara langsung proses memandikan jenazah, ia juga lantas menyerahkan santunan kepada keluarga korban dan menyatakan rasa dukanya.

Baca Juga: Launching Pilkada 2024 akan digelar meriah, KPU Subang hadirkan artis ibu kota dan sederet pesohor lainya, catat tanggalnya!

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa pembiayaan rumah sakit saat ini ditanggung oleh Pemda Subang sebelumnya nantinya akan ditanggung oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.

"Sampai dengan hari ini untuk talangan sementara itu di tanggulangi oleh Pemda, karena itu harus kita ajukan ke LPSK," kata Dr. Imran.

Pj. Bupati Subang berharap bahwa kejadian serupa tidak boleh terulang lagi di Kabupaten Subang, ia juga tidak ingin melihat ada keluarga yang kehilangan anaknya akibat bullying, geng motor ataupun perkelahian remaja.

"Saya harap ini menjadi kejadian terakhir untuk terjadi di Kabupaten Subang. Saya tidak mau ada keluarga, orang tua yang kehilangan anaknya seperti kejadian saat ini," ujarnya.

Baca Juga: Tegas! putra dari R.H Atju Syamsudin, Bupati Subang periode 1967-1978 minta masyarakat agar jangan salah pilih pemimpin di Pilkada Subang 2024

Dengan tegas, bahwa dirinya tidak akan mentelorir adanya bullying maupun perkelahian remaja. Bukan hanya bagi siswa tapi kepada kepala sekolahnya pun sama, apabila terjadi hal tersebut.

"Saya sudah katakan kepada seluruh kepala sekolah kalau ada kejadian bullying, kejadian pembegalan, kejadian perkelahian pelajar. Cuma dua yang saya minta, anaknya itu dipindahkan untuk bersekolah tempat lain di luar Subang atau Kepala sekolahnya yang saya pindahkan. Saya cukup tegas untuk itu, sudah cukup untuk seperti ini," ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X