esai

ESAI : Acara pelepasan lulusan yang bermakna

Selasa, 23 April 2024 | 23:53 WIB
Idris Apandi, Praktisi Pendidikan

GENMILENIAL.ID - Jelang akhir tahun pelajaran, sekolah menyiapkan kegiatan ujian kenaikan kelas dan ujian akhir tahun. Selain itu, sekolah pun menyiapkan acara kenaikan kelas dan acara perpisahan atau pelepasan bagi para lulusannya.

Acara tersebut saat ini populer disebut acara 'wisuda' atau acara inagurasi. Acara tersebut biasanya diselenggarakan mulai dari menggelar acara yang sederhana hingga acara yang tergolong mewah.

Tempatnya menggunakan sekolah, menyewa gedung atau hotel, bahkan dalam bentuk wisata ke luar daerah.

Acara kenaikan kelas atau pelepasan alumni tentunya tidak lepas dari dana. Dan biasanya orang tua dibebani untuk biaya karena biasanya anggarannya tidak tercover atau dilarang menggunakan dana BOS.

Baca Juga: Reza Ferdian, Kasi Intel Kejari Subang baru, selain muda lelaki asal Surabaya ini juga ramah dan bersahabat dengan wartawan

Terkait dana, sekolah biasanya memusyawarahkan dengan komite sekolah atau paguyuban orang tua. Besaran dana yang disumbangkan oleh orang tua beragam tergantung jumlah total biaya yang diperlukan dan jumlah peserta didik yang akan lulus.

Masalah dana merupakan hal yang kadang menjadi bahan diskusi panjang dan alot karena setiap orang tua memiliki kemampuan dan kondisi ekonomi yang beragam.

Acara pelepasan lulusan juga bisa dijadikan sebagai sarana refleksi akhir tahun bagi pihak sekolah dalam memberikan layanan pendidikan kepada orang tua dan sarana bagi orang tua untuk memberikan apresiasi kepada sekolah.

Mendidik dan membimbing peserta didik selama sekian tahun bukan pekerjaan mudah. Apalagi dihadapkan pada berbagai tantangan. Hal inilah yang perlu jadi bahan apresiasi orang tua kepada sekolah atau guru.

Baca Juga: Rapat Paripurna DPRD Subang, semua fraksi dukung Raperda RTRW dengan 5 catatan ini

Sepanjang pengamatan saya, acara pelepasan, wisuda, atau inagurasi lebih banyak diisi dengan acara yang sifatnya seremonial dan hiburan. Hiruk pikuk, kurang berjalan dengan hidmat sehingga kurang bermakna.

Kalau pun ada sisi baiknya, acara kenaikan kelas atau pelepasan peserta didik diisi dengan unjuk kabisa atau pentas kreativitas peserta didik. Dan itu hanya perwakilan saja. Tidak semua peserta didik terlibat.

Padahal, kita tentunya berharap kegiatan akhir tahun atau pelepasan bukan hanya sebagai acara yang riang gembira tetapi juga bermakna bagi para lulusan.

Acara pelepasan siswa yang bermakna menurut saya tidak harus identik dengan acara hiburan yang memerlukan dana yang besar, tetapi bisa dikemas dengan sederhana dan bersahaja.

Halaman:

Tags

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB