esai

ESAI : Peran guru dalam memelihara pengetahuan global di era artificial intelligence

Jumat, 8 Desember 2023 | 13:56 WIB
Linda Dwi Nurmasyanti, Dosen Prodi PGMI STAI Riyadhul Jannah Subang

Baca Juga: Dukung Palestina, Pemuda Muhammadiyah Subang akan terjunkan kadernya pada gelaran doa dan aksi dari seluruh Kabupaten Subang

Al dan pendidikan

Perpaduan Al dan pendidikan akan berfokus pada kebutuhan dari setiap siswa. Pengguaan Al ini sendiri membuat siswa maupun guru menjadi lebih mudah dalam memberikan gambaran materi yang sudah diajarkan, sehingga dapat dengan mudah bagian mana yang perlu di evaluasi oleh siswa, selain itu penggunaan Al ini dapat menganalisis sejauh mana siswa memahami materi yang sudah diajarkan.

Pembelajaran di kelas tidaklah cukup untuk siswa belajar. Banyak siswa yang mengerti ketika guru mengajarkan didalam kelas tetapi, ketika sudah di rumah mereka lupa materi yang sudah diajarkan oleh guru. 

Namun, saat siswa ingin menanyakan kepada guru, banyak guru yang tidak memiliki waktu luang untuk mengajar Kembali ke siswa diluar jam sekolah. 

Baca Juga: Diduga hendak tawuran, pelajar SMK di Pusakanagara jadi korban kekerasan oknum polisi hingga meninggal dunia, seperti ini kronologisnya

Oleh karena itu, Al dapat membantu siswa dalam mempertajam keterampilan mereka, dan siswa dapat belajar dengan mudah kapanpun dan dimanapun dalam hitungan detik saja. 

Namun, penggunaan Al tidak boleh dilakukan terus menerus tanpa adanya pendampingan dan bimbingan, dikhawatirkan siswa menjadi ketergantungan dalam pada sistem Al yang instan ini.

Guru sebagai motivator

Penggunaan Al yang begitu cepat dan instan, dapat mengolah data dengan mudah dan cepat, ternyata tidak dapat membuat dimensi kemanusiaan dalam dunia Pendidikan. 

Guru tidaklah hanya seorang motivator, inspirasi bagi siswanya tetapi dapat salahsatu faktor pendukung emosional bagi siswa.

Baca Juga: Perpustakaan digital SimaduMaca, turut menambah minat baca warga binaan di Lapas 2A Subang

Meskipun Al dapat memberikan sebuah informasi dengan cepat dan mudah, tetapi gurulah yang menjadi kunci utama dalam pembentukan karakter siswa. 

Koneksi emosional yang diberikan guru kepada siswa merupakan salahsatu pondasi yang penting dalam proses pembelajaran. 

Selain itu, guru dapat memahami perilaku emosi, kebutuhan dan ketakutan siswa, dan hal inilah yang tidak bisa digantikan oleh teknologi apapun mau secanggih apapun.

Penggunaan Al

Pemanfaat Al harus memerhatikan etika yang kuat, serta perlu bimbingan agar siswa tidak ketergantungan dalam penggunaan Al. 

Baca Juga: ESAI : Guru penggerak, bergerak, menggerakkan, berdampak dan menginspirasi

Halaman:

Tags

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB