Secara Kodrat wanita itu akan mengalami fungsi kehamilan, melahirkan dan menyusui. Ketika wanita mengalami fungsi tersebut maka secara alami proses hormonal pada tubuh akan mengalami perubahan dan itu akan mengurangi resiko kanker.
Ketika seorang wanita mengalami kehamilan, maka akan menyebabkan penurunan jumlah total siklus pelepasan sel telur dari ovarium yang berkaitan erat dengan penurunan resiko kanker ovarium.
Sama halnya dengan endometrium yang sangat sensitif terhadap lingkungan hormonal.
Saat hamil lapisan endometrium terpapar hormon estrogen dan progesteron. Paparan hormon tersebut telah terbukti mengurangi resiko kanker endometrium.
Perubahan hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan dan menyusui juga diyakini berkontribusi dalam menurunkan resiko kanker payudara. Selain itu, wanita tanpa anak juga cenderung lebih cepat meninggal.
Data dari Jalan Collaborative Cohort Study menemukan bahwa wanita tanpa anak berusia 40 tahun keatas memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi dari semua penyebab dibandingkan wanita dengan anak.
Jadi, pilihan untuk tidak memiliki anak akan cenderung menempatkan wanita pada resiko kesehatan yang buruk dimasa tua.
Saat ini tren yang menjamur dan diterapkan sebagai gaya hidup masyarakat kita sehingga akan ada dampak sosial yang sangat berpengaruh.
Baca Juga: Pawai ta'aruf turut meriahkan pembukaan MTQ ke-39 Kabupaten Subang
Secara individual, pasangan yang tidak memiliki anak maka tidak ada yang menghibur disaat tua dan mengunjungi sesekali disaat sakit.
Jadi, di usia tua akan merasa kesepian. Ketika kita masih muda mungkin merasa kuat, tangguh dan serba bisa.
Tetapi berbeda jika kita sudah tua, saat tubuh sudah tidak kuat lagi dan berbagai penyakit menggerogoti tubuh maka akan membutuhkan peran anak yang membantu orangtua.
Lalu, sedikit kerinduan akan muncul pada celoteh ceria anak kecil, kehangatan keluarga dimasa tua nanti.