Maka, aktivis sejati adalah mereka yang tahu kapan harus bicara, kapan harus mendengar, dan kapan harus bekerja diam-diam demi satu karya yang menggugah.
Hari ini, ketika informasi berlimpah, opini berseliweran, dan banyak yang bicara tanpa dasar—aktivis dengan karya akan menjadi mercusuar. Menjadi penanda. Menjadi inspirasi yang tak akan habis dimakan zaman.
Karena itu, menjadi manusia produktif dan berdaya adalah panggilan jiwa. Bagi aktivis, itu bukan sekadar anjuran, tapi harga diri.
Yaya Suryana, Jurnalis dan Alumni Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) Jakarta
Artikel Terkait
Gelar Paripurna, DPRD Subang sahkan program pembentukan Perda, Sekda harap bisa wujudkan Kabupaten Subang yang berdaya saing
KEK Wahana Patimban dan Smartpolitan akan ciptakan 200 ribu lapangan kerja, Pj. Bupati harap lembaga pendidikan di Subang cetak SDM unggul
Dr. Imran resmi dilantik sebagai Dirjen Perumahan Pedesaan di KemenPKP
Jusuf Kalla sebut ‘Kabur Aja Dulu’ jadi ajang anak muda mengenal budaya luar, khusus buat yang Ingin belajar hingga bekerja
ESAI: Membaca ulang surat-surat Kartini di bawah tumpukan kebaya
Animator film ‘Jumbo’ Ryan Adriandhy ceritakan fakta menarik di balik soundtrack 'Selalu Ada di Nadimu’
Nego dagang RI ke AS: Indonesia siap tambah porsi di sektor energi demi tekan tarif 32 persen