Jusuf Kalla sebut ‘Kabur Aja Dulu’ jadi ajang anak muda mengenal budaya luar, khusus buat yang Ingin belajar hingga bekerja

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 27 Februari 2025 | 01:05 WIB
Eks Wapres RI, Jusuf Kalla (kiri) dan Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) (Instagram.com/@jusufkalla)
Eks Wapres RI, Jusuf Kalla (kiri) dan Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) (Instagram.com/@jusufkalla)

GENMILENIAL.ID - Publik tanah air di media sosial (medsos) kini tengah hangat memperbincangkan fenomena 'Kabur Aja Dulu'

Menilik sedikit lebih dalam, fenomena tersebut disinyalir sebagai sebuah ajakan dari sesama warganet di Indonesia untuk menjalani kehidupan di negara lain.

Dari sisi yang lain, fenomena ini menunjukkan anak muda Tanah Air merasa kurang dihargai di pasar kerja domestik dan melihat peluang lebih baik di luar negeri.

Terkait hal itu, Wapres RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla justru memandang positif ajakan 'Kabur Aja Dulu'.

Baca Juga: Sorotan khusus: Skandal korupsi besar-besaran tanah air, dari kasus Dirut Pertamina Riva Siahaan hingga pengusaha Harvey Moeis

"Baru-baru ini sempat jadi pembicaraan banyak pihak soal kabur aja dulu. bagi saya itu positif," tegas Jusuf Kalla di UGM, Yogyakarta, pada Senin, 24 Februari 2025.

Jusuf Kalla menilai, masa kini sudah membuat aktivitas masyarakat berkembang secara global dan adanya perubahan dari berbagai bidang pekerjaan.

"Jadi bukan hanya barang yang berubah. Tidak hanya komoditas yang berubah, tetapi orang juga sudah berubah," terang Jusuf Kalla.

"Sehingga kita bisa kerja di mana saja. Di Amerika, Tiongkok, dan di negara lainnya," lanjutnya.

Baca Juga: Vatikan jelaskan kondisi terbaru Paus Fransiskus, sedikit membaik dari sebelumnya dan sudah mulai bekerja

Selain itu, Jusuf Kalla juga memaparkan budaya perlu didorong dengan adanya perubahan dan kemajuan, seraya mencontoh budaya kerja keras warga Tiongkok dan Jepang.

"Kita harus bisa mencontoh budaya kerja keras seperti Tiongkok serta budaya Jepang yang lebih terkenal dengan ketelitian," tandasnya.

Berkaca dari hal itu, terdapat pandangan khusus dari Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi yang monyoroti terkait fenomena 'Kabur Aja Dulu'.

Misi terkini Dubes Jepang: Rekrut banyak TKI 'pekerja keras'

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X