ESAI : Pendidikan era sekarang, tantangan dan peluang?

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Minggu, 12 Januari 2025 | 05:53 WIB
Azhar Rasyid Hidayat, Mahasiswa Prodi Ekonomi Islam, Institute Muhammadiyah Bekasi
Azhar Rasyid Hidayat, Mahasiswa Prodi Ekonomi Islam, Institute Muhammadiyah Bekasi

Pendidikan di era sekarang sangatlah berubah, hal tersebut dikarenakan perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan kebutuhan masyarakat.
 
Kondisi ini membangkitkan berbagai tantangan dan peluang yang mempengaruhi bagaimana cara mendidik generasi muda.
 
Perubahan terbesar salah satunya adalah digitalisasi. Teknologi telah mengubah cara pembelajaran dilakukan, dari cara konvensional di kelas dengan menggunakan cara teknologi.
 
E-learning, video conference, dan platform pembelajaran daring membuat siswa bisa belajar di mana saja dan kapan saja.
 
 
Namun, di balik kemudahan ini, digitalisasi juga membawa tantangan dalam bentuk kesenjangan akses terhadap teknologi dan internet di berbagai wilayah, terutama daerah terpencil.
 
Sementara itu, kurikulum pendidikan sudah mulai diarahkan sebagai upaya mencetak siswa melawan dinamika global dalam dunia pekerjaan.
 
Maka, kemampuan berpikir kritis, kreatif, mengoptimalkan kerja sama, dan literasi digital jadi lebih penting daripada sekadar menghafal.
 
Pendidikan juga diarahkan pada pembentukan karakter, kesadaran lingkungan, dan keterampilan soft skill sehingga tidak hanya memiliki latar belakang intelektualitas akademis yang kuat, tetapi juga dapat memiliki daya tahan dan empati yang tinggi terhadap sesama.
 
 
Meski reformasi kurikulum dilakukan, sistem pendidikan masih menghadapi tantangan struktural. Salah satunya adalah kesenjangan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan.
 
Ketersediaan tenaga pendidik yang berkualitas, fasilitas belajar yang memadai, dan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang setara masih menjadi isu yang harus diatasi.
 
Selain itu, tekanan pada siswa dan guru juga meningkat. Ekspektasi yang tinggi untuk mencapai prestasi akademik seringkali menyebabkan stres dan mengurangi esensi pembelajaran sebagai proses yang menyenangkan.
 
Guru juga menghadapi tantangan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, yang memerlukan pelatihan dan pembelajaran berkelanjutan.
 
 
Di balik tantangan tersebut, era ini juga membawa peluang besar. Dengan teknologi, pendidikan dapat menjadi lebih inklusif dan personal.
 
Inovasi seperti kecerdasan buatan dapat membantu menciptakan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa.
 
Kolaborasi global juga semakin mudah, memungkinkan siswa untuk belajar dari perspektif yang lebih luas dan beragam.
 
Dengan ini, pendidikan di era sekarang membutuhkan pendekatan yang adaptif dan inklusif.
 
 
Masing-masing pemerintah, pendidik, serta masyarakat, turut berperan aktif untuk keluar dari keterpurukan dan mengeksploitasi peluang-peluang yang ada.
 
Dengan cara ini, kita dapat menciptakan sistem pendidikan yang efektif relevan dengan zaman dan juga dapat mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi masa depan dengan percaya diri, serta mampu membangun Indonesia lebih maju lagi dan menjadi generasi emas di masa mendatang.
 
Azhar Rasyid Hidayat, Mahasiswa Prodi Ekonomi Islam, Institute Muhammadiyah Bekasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X