GENMILENIAL.ID – Penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah menjadi sorotan publik setelah dirinya digiring ke Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi tahanan berwarna pink dan tanpa borgol di tangan.
Febrie tiba di Rutan KPK pada Jumat malam, 24 Juli 2026 sekitar pukul 23.24 WIB.
Ia sebelumnya menjalani pemeriksaan intensif selama kurang lebih 10 jam oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Disorot karena perlakuan berbeda
Momen kedatangan Febrie langsung menjadi perhatian luas lantaran berbeda dengan standar penanganan tersangka pada umumnya.
Dalam berbagai kasus sebelumnya, tersangka yang ditahan biasanya mengenakan rompi khas tahanan serta tangan diborgol.
Dalam video yang beredar di media sosial, Febrie terlihat mengenakan kemeja batik, berjalan tanpa borgol, namun tetap berada dalam pengawalan ketat aparat penegak hukum.
Perbedaan perlakuan ini memicu pertanyaan publik mengenai konsistensi prosedur penegakan hukum, khususnya dalam kasus-kasus besar yang melibatkan pejabat negara atau birokrat.
Mahfud MD singgung beban psikologis dan bandingkan kasus
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD ikut angkat bicara terkait polemik tersebut.
Ia menilai kemungkinan adanya faktor psikologis yang memengaruhi keputusan tim penyidik dalam memperlakukan Febrie.
“Menurut saya ada beban psikologis bagi 9 orang yang ditetapkan itu. Seharusnya yang memimpin itu 9 orang, menentukan kamu pakai borgol atau tidak,” ujar Mahfud dalam siniar di kanal YouTube Mahfud MD Official, Rabu, 29 Juli 2026.
Artikel Terkait
Mahfud MD beberkan alasan kasus eks Jampidsus harus ditangani KPK, sebut pengalihan penyidikan merusak sistem hukum
Hotman Paris sebut Febrie Adriansyah sosok kebanggan Prabowo, istana: Jangan kaitkan dengan presiden
Curhat otaknya mumet urus kasus mega korupsi yang jerat Febrie Adriansyah, Hotman Paris pilih mundur jadi pengacara
Tak ada rompi pink di penahanan Febrie Adriansyah, Kejagung dikritik pertontonkan tindak hukum yang tak adil
Usutan penyebab wafatnya penjaga rumah Febrie Adriansyah kian rumit, TKP kini diklaim telah rusak
Heboh di medsos, polisi bantah kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak dan jasadnya hilang
Sayangkan pengumuman sayembara tangkap begal Dedi Mulyadi, Mahfud MD: Seharusnya tidak dilakukan