Bandingkan dengan Nadiem Makarim hingga Tom Lembong, Mahfud MD soroti penahanan Febrie Adriansyah tanpa rompi pink Kejagung

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 29 Juli 2026 | 20:03 WIB
Mahfud MD menyoroti proses penahanan eks Jampidsus Febrie Adriansyah tanpa mengenakan rompi pink Kejagung (YouTube/Mahfud MD Official - Kejagung)
Mahfud MD menyoroti proses penahanan eks Jampidsus Febrie Adriansyah tanpa mengenakan rompi pink Kejagung (YouTube/Mahfud MD Official - Kejagung)

GENMILENIAL.ID – Penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah menjadi sorotan publik setelah dirinya digiring ke Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi tahanan berwarna pink dan tanpa borgol di tangan.

Febrie tiba di Rutan KPK pada Jumat malam, 24 Juli 2026 sekitar pukul 23.24 WIB.

Ia sebelumnya menjalani pemeriksaan intensif selama kurang lebih 10 jam oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Baca Juga: Skandal obral jabatan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro: Total 21 orang ditangkap, duit Rp2 miliar disita

Disorot karena perlakuan berbeda

Momen kedatangan Febrie langsung menjadi perhatian luas lantaran berbeda dengan standar penanganan tersangka pada umumnya.

Dalam berbagai kasus sebelumnya, tersangka yang ditahan biasanya mengenakan rompi khas tahanan serta tangan diborgol.

Dalam video yang beredar di media sosial, Febrie terlihat mengenakan kemeja batik, berjalan tanpa borgol, namun tetap berada dalam pengawalan ketat aparat penegak hukum.

Perbedaan perlakuan ini memicu pertanyaan publik mengenai konsistensi prosedur penegakan hukum, khususnya dalam kasus-kasus besar yang melibatkan pejabat negara atau birokrat.

Baca Juga: Dugaan pelecehan hingga pesan chat oknum guru yang tersebar, viral siswa SMAN 1 Solok Selatan bawa banner ‘stop penyimpangan’

Mahfud MD singgung beban psikologis dan bandingkan kasus

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD ikut angkat bicara terkait polemik tersebut.

Ia menilai kemungkinan adanya faktor psikologis yang memengaruhi keputusan tim penyidik dalam memperlakukan Febrie.

“Menurut saya ada beban psikologis bagi 9 orang yang ditetapkan itu. Seharusnya yang memimpin itu 9 orang, menentukan kamu pakai borgol atau tidak,” ujar Mahfud dalam siniar di kanal YouTube Mahfud MD Official, Rabu, 29 Juli 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X