PATAS PENTING, inovasi libatkan peran ayah tekan stunting di Subang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 28 Juli 2026 | 19:04 WIB
Meitawati Isteta, Kepala UPTD Pengendalian Penduduk dan Pembangunan Ketahanan Keluarga wilayah Kecamatan Subang dan Dawuan, menggagas inovasi PATAS PENTING untuk melibatkan peran ayah dalam pencegahan stunting di Subang, Selasa 28 Juli 2026
Meitawati Isteta, Kepala UPTD Pengendalian Penduduk dan Pembangunan Ketahanan Keluarga wilayah Kecamatan Subang dan Dawuan, menggagas inovasi PATAS PENTING untuk melibatkan peran ayah dalam pencegahan stunting di Subang, Selasa 28 Juli 2026

GENMILENIAL.ID — Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kecamatan Subang terus dilakukan dengan berbagai terobosan. Salah satunya melalui inovasi pembentukan Paguyuban Ayah Teladan Subang Peduli Stunting (PATAS PENTING).

Program ini digagas oleh UPTD Pengendalian Penduduk dan Pembangunan Ketahanan Keluarga wilayah Kecamatan Subang dan Dawuan sebagai langkah baru yang menitikberatkan pada peran ayah dalam pencegahan stunting.

Kepala UPTD, Meitawati Isteta, menjelaskan bahwa pembentukan paguyuban tersebut sebenarnya sudah direncanakan sejak lama, namun baru resmi dilegalkan melalui surat keputusan pada Juli 2026.

Baca Juga: Videotron mesum di Melawi diklaim gegara serangan hacker, Pemkab minta warga tak pikir macam-macam

“Inovasi yang saya lakukan fokus dulu di Kecamatan Subang, saya mengambil judul Paguyuban Ayah Teladan Subang Peduli Stunting menuju Kecamatan Subang zero new stunting,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 28 Juli 2026.

Ubah pola pikir, ayah juga bertanggung jawab

Meitawati menilai selama ini penanganan stunting lebih banyak menitikberatkan pada peran ibu, terutama dalam hal pemenuhan gizi dan pola asuh anak.

Padahal, menurutnya, ayah memiliki peran penting sebagai pengambil keputusan dalam rumah tangga.

Ia menyebut terdapat tiga faktor utama penyebab stunting, yakni kekurangan gizi, pola asuh, dan sanitasi lingkungan. Dari ketiga faktor tersebut, inovasi PATAS PENTING difokuskan pada aspek pola asuh.

Baca Juga: Cekcok antrean sate taichan, kronologi prajurit TNI ditikam 10 kali hingga tewas di Tangerang

“Selama ini pola asuh hanya mengandalkan ibu. Padahal pengasuhan bukan hanya tanggung jawab ibu, tapi juga ayah sebagai kepala keluarga,” katanya.

Menurutnya, ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga menentukan kebijakan penggunaan keuangan keluarga, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak.

“Penghasilan ayah itu harus lebih diprioritaskan untuk kebutuhan gizi keluarga dibandingkan hal lain seperti rokok,” tegasnya.

Edukasi ayah melalui paguyuban

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X