Hukuman ringan yang di berikan kepada pencuri uang rakyat Harvey Moeis sebesar Rp300 triliun dan hanya mendapatkan vonis penjara 6,5 tahun tentunya menjadi sorotan publik, para pegiat anti korupsi dan juga masyarakat Indonesia
Hukum di negeri ini sedang tidak baik-baik saja, ada orang korupsi besar-besaran merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah, namun hukuman yang mereka terima sangat jauh dari kata setimpal.keadilan
Para koruptor ini telah menghancurkan kehidupan rakyat kecil yang seharusnya uang negara yang mereka korupsi bisa digunakan untuk perbaikan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Lantas dimana keadilan? konon katanya ‘Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’, yang mengandung arti bahwa keadilan negara berlaku bagi masyarakat di segala bidang kehidupan.
Butir ke-5 Pancasila tersebut tentunya bertujuan untuk mencapai kemakmuran rakyatnya secara merata. Namun pada kenyataannya hukum di negara kita saat ini belum sepenuhya berpihak pada rakyat kecil.
Kilas balik 10 tahun silam, ada kisah memilukan seorang nenek yang dituduh mencuri 7 batang kayu dengan hukuman penjara 5 tahun. Hanya mengambil ‘7 batang kayu’ yang tidak akan membuat miskin 1 orang pejabat.
Sementara itu, kasus yang tengah ramai di perbincangkan pejabat yang sudah jelas ‘merampok’ harta rakyat bahkan bekerja sama dengan pihak asing mengeruk kekayaan sumber daya alam milik negara yang seharusnya diperuntukkan untuk rakyat.
Meski hasilnya pada kasus sang nenek berhasil bebas dan keluar dengan jaminan penangguhan dari pejabat setempat. Tetap saja, hal ini tidak menutup kemungkinan banyak kasus rakyat kecil lainnya yang belum bisa teradili dengan baik.
Miris juga melihat beberapa siaran rekaman bagaimana perbedaan hakim dalam memperlakukan ‘koruptor’ dengan ‘rakyat kecil’.
Dilansir dari reels Instagram edctv.lifestyle yang mengunggah video berisi siaran rekaman persidangan Harvey Moeis dengan nenek Asiani kasus tuduhan mencuri 7 batang kayu terlihat sangat jelas perbedaan sikap antar keduanya di dalam ruang sidang.
Para hakim yang terlihat ikut tersenyum di kursi mereka saat menyaksikan interaksi Harvey Moeis dengan sang istri. Berbeda jauh dengan kasus persidangan sang nenek Asiani asal Jawa timur itu sampai memohon-mohon sambil berlutut kepada hakim supaya tidak mendapat hukuman.
Namun dengan hal ini membuat mata kita terbuka lebar, hasil dari akibat hukum kapitalisme buatan manusia begitu banyak menghasilkan kedzoliman.
Artikel Terkait
Warganet apresiasi Prabowo langsung tancap gas kejar koruptor: Sikat terus pak
Rangkuman terobosan 15 hari pemerintahan Prabowo, tangkap puluhan koruptor hingga copot pejabat
Kilas balik skandal korupsi Harvey Moeis yang kini divonis 6,5 tahun penjara usai terbukti maling uang di kasus PT Timah!
Banding kekayaan Harvey Moeis vs Helena Lim, dua koruptor dalam kasus PT Timah yang rugikan negara Rp300 triliun!
Sentil vonis rendah koruptor ratusan triliun, Prabowo: Melukai rasa keadilan!
Vonis Harvey Moeis dinilai terlalu ringan, Prabowo minta Jaksa banding ke 50 tahun
ESAI : Korupsi Rp300 triliun hanya dihukum 6,5 tahun. Setelah Kejagung mengajukan banding, akan seperti apa jadinya?