Sentil vonis rendah koruptor ratusan triliun, Prabowo: Melukai rasa keadilan!

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 30 Desember 2024 | 21:41 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto saat berpidato di Musrembangnas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2025 di gedung Bappenas, Senin 30 Desember 2024
Presiden RI, Prabowo Subianto saat berpidato di Musrembangnas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2025 di gedung Bappenas, Senin 30 Desember 2024

GENMILENIAL.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menyentil vonis rendah terhadap kasus korupsi yang merugikan negara ratusan triliun.

Ia menilai vonis rendah itu melukai rasa keadilan di masyarakat dan mengimbau para hakim untuk berbenah.

Hal ini disampaikan Prabowo saat berpidato di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrembangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2025 di gedung Bappenas, Senin 30 Desember 2024.

Baca Juga: Banding kekayaan Harvey Moeis vs Helena Lim, dua koruptor dalam kasus PT Timah yang rugikan negara Rp300 triliun!

“Kalau sudah jelas menyebabkan kerugian, terutama hakim-hakim, vonisnya jangan terlalu ringan lah. Nanti dibilang Prabowo enggak ngerti hukum lagi, tetapi rakyat itu mengerti, rakyat di pinggir jalan ngerti, rampok ratusan triliun, vonisnya kok [hanya] sekian tahun,” ujar Prabowo.

“Jaksa agung! Naik banding tidak kau? Naik banding ya? Vonisnya ya 50 tahun gitu kira-kira ya,” lanjutnya.

Prabowo pun mengimbau Menteri Pemasyarakatan agar mengawasi potensi pemberian fasilitas di luar kewajaran kepada pelanggar hukum tersebut di penjara.

“Nanti jangan-jangan di penjara pakai AC, punya kulkas, punya tv, tolong menteri pemasyarakatan, ya!” ujarnya.

Baca Juga: Dukung energi terbarukan, PT Dahana serahkan 'Si Badai' ke pelaku UMKM Subang

Prabowo mengatakan para pejabat pemerintahan dan aparat harus berbenah diri dan menyadari kesalahan yang ada selama ini.

“Rakyat kita itu bukan rakyat yang bisa dibohongi terus. Sudah jelas kerugian ratusan triliun vonisnya segitu. Ini melukai rasa keadilan. Ada yang curi ayam dihukum berat. Dipukuli,” tandasnya.

Prabowo pun menegaskan di bawah kepemimpinannya, Indonesia harus memiliki pemerintahan yang bersih, di mana tidak ada kebocoran, markup, dan tindakan merugikan negara lainnya.

“Seluruh aparat, eselon, budaya markup, budaya penggelembungan anggaran itu adalah korupsi," ucap Prabowo.

Baca Juga: Jembatan Parigi-Ciasem akhirnya diresmikan, Pj. Bupati: Kalau 10 Desember tidak selesai, Kepala Dinas, Kabid, Staf Dinas PUPR siap-siap berenang! 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X