Bahkan tidak sedikit perusahaan yang akan menerima calon karyawan barunya dilakukan profiling terlebih dahulu oleh HRD terhadap rekam jejak digital calon karyawan tersebut, apakah ia layak atau tidak untuk menjadi karyawan di perusahaan.
Maraknya kasus bullying bahkan hingga korban depresi dan meninggal dunia harus menjadi sikap tegas kita ketika melihat perilaku bullying yang kita saksikan, apa dengan mengingatkanya, diam atau menghindarinya.
Masing-masing dari kita tentunya memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan atau cicle terdekat kita untuk menolak bullying, mulai dari keluarga, lingkungan pertemanan, tempat kerja atau bahkan teman ngopi sekalipun, mari kita ciptakan lingkungan yang sehat.
Yaya Suryana, Jurnalis dan Alumni Strata Satu (S1) Universitas Indraprasta PGRI Jakarta
Artikel Terkait
ESAI : Rendahnya minat baca pada anak
8 Tips penting untuk orangtua dan guru supaya hindari anak dari perilaku bullying di sekolah
Orangtua perlu tau, ini dampak bullying terhadap psikologis anak
ESAI : Peran konten media sosial dalam sampaikan pesan kemanusiaan
ESAI : Pilkada Subang, diantara tantangan dan harapan, kita butuh pemimpin yang progresif
Hadiri pemakaman korban bullying, Kapolres Subang sampaikan belasungkawa yang mendalam dan tegaskan akan mengusut tuntas kasus almarhum A.R
ESAI : Kado istimewa di Hari Guru, refleksi mengenai peran guru sebagai kunci pembentukan karakter siswa dengan pengelolaan sosial emosional