GENMILENIAL.ID - Bullying, sebuah fenomena yang telah lama menghantui koridor-koridor sekolah, bukan lagi sekadar masalah biasa yang dapat diabaikan begitu saja.
Dalam beberapa tahun terakhir, dampak dari intimidasi ini terhadap kesejahteraan psikologis anak semakin menjadi sorotan utama dalam dunia pendidikan dan kesehatan mental.
Anak-anak yang menjadi korban bullying sering kali mengalami beragam dampak yang tidak hanya berhenti pada fisik, tetapi juga merusak jiwanya.
Menurut penelitian terbaru, efek dari bullying pada kesehatan mental anak dapat berlangsung jauh hingga masa dewasa, jika tidak ditangani dengan serius.
Baca Juga: 8 Tips penting untuk orangtua dan guru supaya hindari anak dari perilaku bullying di sekolah
Salah satu dampak yang paling mencolok adalah masalah kepercayaan diri. Anak yang sering menjadi sasaran intimidasi cenderung memiliki rendahnya rasa percaya diri.
Mereka merasa tidak berharga dan meragukan kemampuan serta keunikan diri mereka sendiri.
Perasaan ini dapat terbawa hingga dewasa, menghambat kemampuan mereka untuk meraih potensi penuh mereka dalam berbagai aspek kehidupan.
Tak hanya itu, dampak psikologis dari bullying juga dapat menyebabkan masalah emosional yang serius seperti depresi dan kecemasan.
Merasa terisolasi dan tidak diakui oleh teman-teman sebaya membuat anak merasa sendirian dan tidak ada yang bisa dipercaya.
Baca Juga: Bullying, ancaman tersembunyi di balik koridor sekolah
Hal ini bisa mengarah pada perasaan sedih yang mendalam, bahkan mendorong mereka untuk mengisolasi diri atau bahkan melakukan tindakan bunuh diri sebagai upaya untuk melarikan diri dari rasa sakit yang mereka rasakan.
Dampak lainnya adalah terganggunya kinerja akademis. Anak-anak yang menjadi korban bullying cenderung sulit berkonsentrasi di sekolah.
Mereka mungkin mengalami penurunan motivasi untuk belajar, menghadapi kesulitan dalam menyerap materi pelajaran, dan bahkan sering absen karena alasan kesehatan yang sebenarnya terkait dengan stres dan kecemasan akibat bullying.
Artikel Terkait
Viral video perundungan (bullying) siswa SMPN 6 Subang, pihak keluarga menyebut anaknya masih traumatis
Mengatasi perundungan (bullying), membangun lingkungan yang aman dan menghargai
Menghadapi perundungan (bullying), mengatasi masalah yang mempengaruhi banyak anak dan remaja
ESAI : Stop bullying! demi masa depan anak bangsa yang lebih cerah
23 Februari, memperingati Hari Internasional Memerangi Bullying
Bullying, ancaman tersembunyi di balik koridor sekolah
8 Tips penting untuk orangtua dan guru supaya hindari anak dari perilaku bullying di sekolah