ESAI : Implementasi marketing 5.0 pada lembaga pendidikan

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Rabu, 14 Agustus 2024 | 10:18 WIB
Ramdan Hamdani, Praktisi Pendidikan
Ramdan Hamdani, Praktisi Pendidikan

Dalam konteks ‘memasarkan’
jasa pendidikan, peningkatan mutu layanan hanyalah sebuah pondasi atau tahapan awal bagi lembaga dalam upaya untuk mempertahankan eksistensinya. 

Baca Juga: Dua perusahaan BUMN, PT Dahana dan PT PINDAD perkuat kerjasama industri bahan peledak

Adapun untuk benar-benar mampu eksis di tengah persaingan (dan bahkan terus berkembang), pengelola lembaga sangat perlu melakukan upaya strategis lainnya. 

Adapun menyesuaikan strategi pemasaran dengan kondisi saat ini dimana teknologi informasi tengah berkembang dengan pesatnya, menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya untuk mempertahankan eksistensi lembaga. 

Salah satu contoh implementasi marketing 5.0 di bidang pendidikan adalah, ketika ada orang yang memiliki anak yang sudah siap memasuki bangku Sekolah Dasar (SD), maka iklan Sekolah-Sekolah Dasar (SD) tertentu akan muncul secara otomatis di beranda akun media sosial orang tersebut. 

Bukan hanya itu, sekolah-sekolah tersebut bahkan merupakan jenis sekolah yang dibutuhkan atau diperlukan oleh orang tersebut, termasuk sekolah yang sesuai dengan kemampuan atau daya belinya. 

Baca Juga: Rapat kerja Forum BUMDES Subang bahas pengembangan potensi dan SDM

Artinya, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam rangka memasarkan produk layanan pendidikan menjadi sebuah keniscayaan. 

Konsekuensinya, pengelola lembaga perlu memiliki tim khusus (atau setidaknya memahami) yang bertugas untuk melakukan segmenting, targetting serta campaign dengan berbasis teknologi informasi. 

Adapun basis data yang paling aktual hendaknya menjadi dasar dalam melakukan kerja-kerja marketing sebagaimana yang dimaksud. 

Sebagai contoh, dalam hal menentukan segment pasar yang akan disasar, lembaga hendaknya memiliki data terupdate terkait pekerjaan, penghasilan serta pendidikan orangtua yang sudah menitipkan anaknya maupun calon orangtua yang akan direkrut. 

Baca Juga: Pilkada 2024, KPU Subang tetapkan DPS sebanyak 1.199.952 orang

Dan, perlu dicatat bahwa segment pasar yang kita tentukan dari awal sangat mungkin mengalami perubahan di waktu-waktu yang akan datang seiring berkembangnya kondisi (ekonomi dan sosial) masyarakat.  

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa, kemampuan lembaga pendidikan dalam mempertahankan eksistensinya di masa yang akan datang bukan semata-mata ditentukan oleh baiknya mutu layanan yang diberikan. 

Peningkatan kualitas layanan hendaknya ditopang oleh kemampuan lembaga dalam memasarkan produknya dengan cara yang tepat, kepada orang yang tepat dan di waktu yang tepat. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X