Pada momen Idul Adha ini saya ingin mengulas mengenai cerita Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang memiliki ketaatan, kesabaran dan keikhlasan yang sangat luar biasa.
Sikap Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang sangat luar biasa ini terlihat atas ujian yang diberikan Allah SWT.
Pertama, pada pernikahan Nabi Ibrahim dengan Siti Sarah yang telah bertahun-tahun kemudian tak kunjung dikaruniai keturunan.
Sebagaimana layaknya pasangan suami istri dimana mereka sangat menginginkan keturunan.
Akhirnya atas petunjuk dari Allah SWT, Nabi Ibrahim harus menikah dengan Siti Hajar.
Siti Sarah kemudian dengan ikhlas menawarkan suaminya untuk menikah dengan Siti Hajar agar diberi keturunan. Akhirnya Nabi Ibrahim pun menikah dengan Siti Hajar.
Kemudian Siti Hajar akhirnya melahirkan putra pertama Nabi ibrahim yang bernama Ismail.
Kedua, Atas dasar kecintaan kepada Nabi Ibrahim sebagai suaminya, kelahiran Nabi Ismail kemudian menimbulkan kecemburuan Siti Sarah kepada Siti Hajar.
Baca Juga: Selama tahun 2024, PPATK catat transaksi judi online capai Rp600 triliun
Siti Sarah kemudian meminta Nabi Ibrahim as. untuk menyingkirkan Siti Hajar dari pandangannya.
Nabi Ibrahim lalu membawa Siti Hajar dan bayi Ismail keluar dari rumah mereka untuk meringankan kecemburuan Siti Sarah.
Mereka berjalan sampai di sebuah tempat yang kini dikenal sebagai Kota Makkah.
Ketiga, Bertahun-tahun Nabi Ibrahim tak pernah bertemu dengan Siti Hajar dan anak yang dia rindukan, namun akhirnya Allah SWT mengakhiri ujian tersebut dengan mempertemukannya dengan Siti Hajar dan Nabi Ismail.
Artikel Terkait
Jelang Idul Adha 1444 H, Polres Subang monitoring Pasar hewan dan pengecekan kondisi hewan, ini hasilnya
Menyambut Idul Adha, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, seperti ini yang biasa dilakukan
Puasa Idul Adha, menghormati dan menghayati perayaan kurban
Idul Adha 1444 H, Manajemen Florawisata D'Castello santuni ratusan anak yatim dan bagikan belasan hewan qurban
Sholat Idul Adha bersama masyarakat, Polres Subang sembelih hewan kurban 11 ekor sapi dan 3 domba
ESAI : Kaum muda itu perintis bukan pewaris, ambil peran dengan sehormat-hormatnya
ESAI : Pilkada dan upaya mencerdaskan masyarakat