GENMILENIAL.ID - Ketua Bawaslu Kabupaten Subang, Achmad Mansur menyoroti terkait masih rendah dan minimnya kesadaran akan pendidikan yang ada di Kabupaten Subang.
Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber pada kegiatan Silaturahim dan Pemantapan Kader Kebangsaan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Subang di Aula Momod Supriyadi, Sabtu 20 April 2024.
Ia juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang lahir di Indonesia tidak pernah lepas peranya dalam dunia pendidikan sejak zaman pergerakan kemerdekaan hingga hari ini.
“Sejatinya corak atau warna yang tampil di publik kaitan mendengar istilah Muhammadiyah adalah bagaimana mendorong wajah-wajah pendidikan, itu tidak bisa dipungkiri, ingat Muhammadiyah, ingat pendidikan,” kata Achmad Mansur.
Lanjut Achmad, corak yang sudah melekat dibenak publik tersebut, harus menjadi challenge (tantangan) bagi para kader Muhammadiyah, khususnya pemuda Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Subang terkait masih rendahnya kesadaran terhadap dunia pendidikan di Subang.
“Indek Pembangunan Manusia (IPM) kita (Kabupaten Subang) di dunia pendidikan masih di bawah ekspetasi, sangat jauh, jadi kalau kita cek IPM di Kabupaten Subang untuk angka terendah pendidikan di Kabupaten saja rata-rata masih di kelas 2 SMP,” ungkapnya.
Ia juga memaparkan untuk bagaimana mengembangkan daerah dengan sumber daya yang ada semacam itu dengan kerja-kerja taktis yang lebih subtansif dengan melakukan konsolidasi yang terukur.
Selain soal pendidikan, Achmad Mansur juga menyoroti soal pertumbuhan ekonomi yang paling ekstrim di Kabupaten Subang yang hanya baru tumbuh sekitar 2 persen.
“Jadi bagaimana menghubungkan antara pembangunan daerah, industrialisasi yang begitu tinggi dengan pertumbuhan ekonominya, GDP kita masih lemah,” ujarnya.
Lebih jelas, Achmad Mansur juga memaparkan masih rendahnya pendapatan perkapita penduduk Subang yang masih dibawah standar hidup layak.
“Angka rata-rata pendapatan perkapita penduduknya masih lemah, hanya diatas satu koma sekian,” pungkasnya.
Kondisi Kabupaten Subang yang masih cukup memprihatinkan tersebut, kata Achmad Mansur menjadi sebuah PR besar yang harus dikembangkan bersama oleh para pemuda.
Artikel Terkait
Bentuk tim fasilitasi pengawasan kampanye, Bawaslu Subang siap awasi seluruh tahapan kampanye
Siap lakukan pengawasan, Bawaslu Subang minta setiap peserta pemilu tidak melanggar larangan kampanye dan jaga kondusifitas
Pelanggaran kampanye pemilu, Bawaslu RI sebut ada 347 pelanggaran di seluruh Indonesia, terbanyak Sumatera Utara disusul Jawa Barat
Bawaslu Subang awasi pengepakan dan distribusi logistik pemilu, kondisi cuaca dan ketepatan waktu jadi perhatian khusus
Peningkatan signifikan, Bawaslu RI akreditasi 158 lembaga pemantau pemilu 2024, tiga pemantau dari perwakilan asing
Tahapan masa tenang pemilu 2024, Bawaslu Kabupaten Subang larang aktivitas kampanye
Hari pertama masa tenang, Bawaslu Subang bersihkan APK di sepanjang jalan Kota Subang, Ketua Bawaslu Jabar turut bersihkan APK yang ada di angkot