Silaturahim kebangsaan, Ketua Bawaslu Subang uraikan 3 persoalan mendasar Subang salah satunya IPM rendah, pendidikan rata-rata SMP

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 21 April 2024 | 13:50 WIB
Ketua Bawaslu Subang, Achmad Mansur berikan kuliah kebangsaan pada silaturahim Pemuda Muhammadiyah Subang
Ketua Bawaslu Subang, Achmad Mansur berikan kuliah kebangsaan pada silaturahim Pemuda Muhammadiyah Subang

GENMILENIAL.ID - Ketua Bawaslu Kabupaten Subang, Achmad Mansur menyoroti terkait masih rendah dan minimnya kesadaran akan pendidikan yang ada di Kabupaten Subang.

Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber pada kegiatan Silaturahim dan Pemantapan Kader Kebangsaan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Subang di Aula Momod Supriyadi, Sabtu 20 April 2024.

Ia juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang lahir di Indonesia tidak pernah lepas peranya dalam dunia pendidikan sejak zaman pergerakan kemerdekaan hingga hari ini.

“Sejatinya corak atau warna yang tampil di publik kaitan mendengar istilah Muhammadiyah adalah bagaimana mendorong wajah-wajah pendidikan, itu tidak bisa dipungkiri, ingat Muhammadiyah, ingat pendidikan,” kata Achmad Mansur.

Baca Juga: Pemuda Muhammadiyah Subang gelar silaturahim kebangsaan, Ketua PDM soroti tantangan Subang ke depan jauh lebih berat

Lanjut Achmad, corak yang sudah melekat dibenak publik tersebut, harus menjadi challenge (tantangan) bagi para kader Muhammadiyah, khususnya pemuda Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Subang terkait masih rendahnya kesadaran terhadap dunia pendidikan di Subang.

“Indek Pembangunan Manusia (IPM) kita (Kabupaten Subang) di dunia pendidikan masih di bawah ekspetasi, sangat jauh, jadi kalau kita cek IPM di Kabupaten Subang untuk angka terendah pendidikan di Kabupaten saja rata-rata masih di kelas 2 SMP,” ungkapnya.

Ia juga memaparkan untuk bagaimana mengembangkan daerah dengan sumber daya yang ada semacam itu dengan kerja-kerja taktis yang lebih subtansif dengan melakukan konsolidasi yang terukur.

Selain soal pendidikan, Achmad Mansur juga menyoroti soal pertumbuhan ekonomi yang paling ekstrim di Kabupaten Subang yang hanya baru tumbuh sekitar 2 persen.

Baca Juga: Halal bi halal Perumda TRS, Pj Bupati Subang sebut untuk bisa menambah PAD, pengelolaan BUMD harus profesional

“Jadi bagaimana menghubungkan antara pembangunan daerah, industrialisasi yang begitu tinggi dengan pertumbuhan ekonominya, GDP kita masih lemah,” ujarnya.

Lebih jelas, Achmad Mansur juga memaparkan masih rendahnya pendapatan perkapita penduduk Subang yang masih dibawah standar hidup layak.

“Angka rata-rata pendapatan perkapita penduduknya masih lemah, hanya diatas satu koma sekian,” pungkasnya.

Kondisi Kabupaten Subang yang masih cukup memprihatinkan tersebut, kata Achmad Mansur menjadi sebuah PR besar yang harus dikembangkan bersama oleh para pemuda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X