ESAI : Tingkat keterbukaan dengan gangguan kecemasan di lingkungan keluarga

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Senin, 27 November 2023 | 13:19 WIB
Nabila Ummu Solihat, Mahasiswi Riyadhul Jannah Subang
Nabila Ummu Solihat, Mahasiswi Riyadhul Jannah Subang

Baca Juga: ESAI : Membangun karakter peserta didik melalui keteladanan guru

Meski tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang pasti memiliki perbedaan, namun hal tersebut sangat mungkin untuk diminimalisir.

Mulailah fokus menyelesaikan masalah dari pada saling berselisih paham atau saling menyalahkan kekurangan masing-masing.

Dengan bantuan komunikasi, permasalahan di keluarga dapat dibicarakan, dicarikan solusi terbaik bagi anggota keluarga yang sedang bergelut dengan permasalahan.

Misalnya, Anggota keluarga yang menderita masalah penyakit mental.
​Selanjutnya, komunikasi mencakup keterbukaan anggota keluarga dalam berdiskusi dan bertukar informasi.

Baca Juga: 7 Bahan alami yang dapat redakan flu saat musim hujan tiba

Keterbukaan dan keakraban keluarga ditandai dengan munculnya perasaan peduli antar anggota keluarga, keterbukaan dalam mengungkapkan permasalahan yang dialami dan keterbukaan perhatian orang tua terhadap anaknya.

Melalui keterbukaan, anggota keluarga yang menderita gangguan kesehatan jiwa dapat merasakan cinta dan kasih sayang oleh anggota keluarga lainnya.

Karena cinta dan kasih sayang merupakan kebutuhan dasar manusia, maka menjadi landasan kuat bagi berkembangnya hubungan antar anggota keluarga.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka fungsi dasar keluarga adalah menjamin kondisi lingkungan yang baik dan sesuai bagi anggota keluarga sehingga aspek fisik, psikis, sosial, dan spiritual seluruh anggota keluarga dapat berkembang.

Baca Juga: Ditetapkan tersangka, Firli Bahuri gugat ke PN Jaksel, gelar praperadilan 11 Desember 2023

Karena, keluarga bertanggung jawab memberikan stabilitas, kesetiaan, pemeliharaan dan dukungan kepada anggota keluarganya.

Selain itu, ketahanan dan kesejahteraan keluarga juga dapat terwujud jika keluarga mampu mengoptimalkan pelaksanaan fungsi keluarga.

Pada saat yang sama, pelaksanaan fungsi keluarga secara optimal sangat penting bagi setiap keluarga. Karena, kunci keberhasilan terselenggarakannya fungsi keluarga terletak di tangan orang tua sebagai pengendali keluarga.

Itulah sebabnya, orang tua memegang peranan paling penting dalam keberlangsungan keluarga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X