Dikenal sebagai aktivis produktif dan pendiri Mapala UI, ini lima puisi Soe Hok Gie yang inspiratif bagi dunia pergerakan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 28 Januari 2023 | 15:51 WIB
Buku Soe Hok Gie (Instagram / bysoehokgie)
Buku Soe Hok Gie (Instagram / bysoehokgie)

GINMILENIAL.ID - Dikalangan aktivis, nama Soe Hok Gie mungkin tidak asing lagi ditelinga mereka, di usia yang bisa dibilang cukup muda, Gie tumbuh dan berproses menjadi pemuda yang berkarakter, pemuda yang berdialektika dengan kehidupanya, punya pendirian dan teguh dalam hal prinsip.

Soe Hok Gie lahir pada 17 Desember 1942 dan meninggal 16 Desember 1969, Gie adalah seorang pemuda keturunan Tionghoa, aktivis demonstran juga seorang pelopor dan pendiri anak-anak pecinta alam Mapala Universitas Indonesia.

Leluhur Soe Hok Gie berasal dari Provinsi Hainan, Republik Rakyat Cina, Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius dan kemudian melanjutkan kuliah dan menjadi mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah pada tahun 1962–1969.

Sebagai seorang aktivis pergerakan, Gie sangat rajin menulis dan mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam sebuah buku harian, buku tersebut kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran pada tahun 1983.

Baca Juga: Gelar Raker 2023, AWAS fokuskan pada realisasi program kerja bidang dan peningkatan kompetensi wartawan

Gie juga dikenal sebagai seorang penulis yang produktif, tulisanya menghiasi beberapa media massa saat itu seperti di Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. 

Selanjutnya, dalam rentang waktu tiga tahun orde baru, sekitar 35 artikel Soe Hok Gie yang merupakan sepertiga dari seluruh karyanya sudah dibukukan dan diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan oleh penerbit Bentang pada tahun 1995.

Skripsi sarjana muda Soe Hok Gie, perihal Sarekat Islam Semarang, tahun 1999 juga diterbitkan oleh Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah. 

Sebelumnya, skripsi S1-nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah dibukukan dengan judul Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan oleh Penerbit Bentang juga pada tahun 1997.

Baca Juga: Lakukan rotasi dan lantik belasan Kepala OPD, Dr. Imran sebut tidak ada pungutan uang sepeserpun atau zero rupiah

Sebagai seorang pemuda yang sebagian besar hidupnya tidak pernah lepas dari aktivitas gerakan, Gie sempat terlibat sebagai staf redaksi Mahasiswa Indonesia, sebuah koran mingguan mahasiswa angkatan 66 di Bandung yang digunakan untuk mengkritik pemerintahan orde lama.

Disamping itu, Gie juga adalah seorang penyair yang menuliskan segala bentuk kegelisahan dirinya ke dalam bentuk puisi, sebagian besar puisi-puisi Gie viral menjadi sebuah quote yang inspiratif sebagai sebuah simbol perjuangan pergerakan.

Berikut 5 puisi Soe Hok Gie yang menggugah dan inspiratif

1. Cita- cita 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X