7 Puisi Chairil Anwar, si 'Binatang Jalang' dan juga pelopor angkatan 45

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 8 Februari 2023 | 20:19 WIB
Penyair Chairil Anwar
Penyair Chairil Anwar

GENMILENIAL.ID - Dalam sastra Indonesia, Chairil Anwar dikenal sebagai pelopor angkatan 45 dan juga penyair yang beraliran eksistensialisme, disamping itu ia juga dijuluki si 'Binatang Jalang'.

Julukan itu tak terlepas dari karya-karya Chairil Anwar yang dianggap sebagai peletak dasar dari puisi Indonesia modern, sehingga HB Jassin menyebutnya sebagai pelopor angkatan 45.

Chairil Anwar lahir di Medan, Sumatera Utara pada tanggal 22 Juli 1922, hidupnya tidak begitu lama, sangat singkat. karena Chairil meninggal pada 28 April 1949 di usianya yang ke 27 tahun.

Baca Juga: Pramoedya Ananta Toer, Sastrawan Indonesia yang dihilangkan dalam sejarah, berikut perjalanan hidupnya

Chairil meninggal di usia yang masih begitu muda akibat mengidap sejumlah penyakit, ditengah kondisi seperti itu ia masih memiliki harapan, mimpi dan keinginan untuk tetap bisa hidup, bahkan hingga seribu tahun lagi.

Mimpi, harapan dan keinginan itu ia wujudkan dalam sebuah bentuk karya sastra puisi, yang hingga hari ini, kekuatan dari setiap bait kata-katanya masih begitu kuat diantara para penikmatnya.

Berikut adalah 7 karya puisi Chairil Anwar :

1. Aku

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak peduli

Aku mau hidup seribu tahun  lagi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X