GENMILENIAL.ID - Dalam sastra Indonesia, Chairil Anwar dikenal sebagai pelopor angkatan 45 dan juga penyair yang beraliran eksistensialisme, disamping itu ia juga dijuluki si 'Binatang Jalang'.
Julukan itu tak terlepas dari karya-karya Chairil Anwar yang dianggap sebagai peletak dasar dari puisi Indonesia modern, sehingga HB Jassin menyebutnya sebagai pelopor angkatan 45.
Chairil Anwar lahir di Medan, Sumatera Utara pada tanggal 22 Juli 1922, hidupnya tidak begitu lama, sangat singkat. karena Chairil meninggal pada 28 April 1949 di usianya yang ke 27 tahun.
Chairil meninggal di usia yang masih begitu muda akibat mengidap sejumlah penyakit, ditengah kondisi seperti itu ia masih memiliki harapan, mimpi dan keinginan untuk tetap bisa hidup, bahkan hingga seribu tahun lagi.
Mimpi, harapan dan keinginan itu ia wujudkan dalam sebuah bentuk karya sastra puisi, yang hingga hari ini, kekuatan dari setiap bait kata-katanya masih begitu kuat diantara para penikmatnya.
Berikut adalah 7 karya puisi Chairil Anwar :
1. Aku
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Artikel Terkait
Catatan aktivis dan 5 puisi Soe Hok Gie yang inspiratif
Pramoedya Ananta Toer, Sastrawan Indonesia yang dihilangkan dalam sejarah, berikut perjalanan hidupnya
Inilah 6 pilihan kata kata bijak dari Buya Hamka
4 Rekomendasi film yang tayang bulan Februari 2023, berbagai genre
Sinopsis 'Mantan Tapi Menikah ', Web Series terbaru yang diperankan oleh Aurelie Moeremans