GENMILENIAL.ID - Sapardi Djoko Damono (20 Maret 1940 – 19 Juli 2020) adalah seorang penyair dan pujangga Indonesia.
Selain terkenal dengan karya puisinya, penyair yang biasa dipanggil SDD ini adalah Guru Besar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang sekarang menjadi Fakultas Ilmu Budaya.
Sapardi memiliki banyak karya, berikut ini adalah 10 puisi indah karyanya :
1. Akulah si telaga (1982)
Akulah si telaga
Berlayarlah di atasnya
Berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil
Berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya
Yang menggerakkan bunga-bunga padma
Sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja perahumu
Biar aku yang menjaganya.
Baca Juga: 7 Puisi Chairil Anwar, si 'Binatang Jalang' dan juga pelopor angkatan 45
2. Hujan bulan juni
Tak ada yang lebih tabah,
dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak,
dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif,
dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
3. Sementara kita saling berbisik (1966)
Sementara kita saling berbisik
Untuk tinggal lebih lama lagi
Pada debu, cinta yang tinggal berupa
Bunga kertas dan lintasan angka-angka
Ketika kita saling berbisik
Di luar semakin sengit malam hari
Memadamkan bekas-bekas telapak kaki,
Menyekap sisa-sisa unggun api sebelum fajar
Ada yang masih bersikeras abadi
4. Yang fana adalah waktu (1989)
Yang fana adalah waktu
Kita abadi memungut detik demi detik
Merangkainya seperti bunga
Sampai pada suatu hari
Kita lupa untuk apa
"Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?" tanyamu.
Kita abadi.
5. Aku ingin (1989)
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Artikel Terkait
Catatan aktivis dan 5 puisi Soe Hok Gie yang inspiratif
Pramoedya Ananta Toer, Sastrawan Indonesia yang dihilangkan dalam sejarah, berikut perjalanan hidupnya
Penyair Wiji Thukul dan 7 puisi perlawananya terhadap ketidakadilan
Inilah 6 pilihan kata kata bijak dari Buya Hamka
Inilah nasihat penting Buya Hamka kepada kaum muda
7 Puisi Chairil Anwar, si 'Binatang Jalang' dan juga pelopor angkatan 45
Banyak peluang karir di era digital, tentukan minatmu dimana dari sekarang!