Sejumlah ibu-ibu terlihat mendatangi lokasi saat mobil Damkar masih berada di rumah tersebut. Mereka menyampaikan protes secara langsung atas kondisi yang dianggap tidak adil.
Baca Juga: Saham BCA dinilai ‘murah’, Dasco: Selama sesuai mekanisme pasar silakan dibeli
“Kami sudah tidak mendapatkan air sejak malam,” ujar salah seorang warga dalam video tersebut.
Ketegangan sempat terjadi ketika warga mempertanyakan penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.
Mereka menilai kondisi ini mencerminkan ketimpangan pelayanan di tengah krisis yang dialami masyarakat.
“Ini justru ada mobil Damkar yang mengisi air ke rumah pejabat, sementara masyarakat tidak dilayani,” timpal warga lainnya.
Baca Juga: 196 SPPG di Subang, baru 55 kantongi SLHS, 185 sudah jalani uji lab, masih ada catatan teknis
Setelah mendapat protes dari warga, mobil Damkarmat akhirnya meninggalkan lokasi sebelum proses distribusi air selesai dilakukan.
Pemkot Medan kerahkan damkar untuk warga
Menanggapi viralnya kejadian tersebut, Pemerintah Kota Medan langsung mengambil langkah dengan mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran terkait untuk memastikan distribusi air berjalan merata.
Baca Juga: TNI AD tertibkan rumah dinas di Lenteng Agung, 45 KK sudah sukarela tinggalkan hunian
“Saya instruksikan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk menyuplai air bersih ke rumah warga,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 11 Juni 2026.
Ia juga meminta pihak kelurahan dan kecamatan untuk turut mengawal proses distribusi agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Krisis air dipicu gangguan distribusi