Krisis air Subang disiasati murah! WTP Cijambe dibangun Rp1,2 miliar, kualitas air naik 60 persen

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 9 April 2026 | 19:53 WIB
Direktur Utama Perumda Tirta Rangga Subang Lukman Nurhakim memberikan keterangan kepada awak media terkait pengembangan WTP Cijambe sebagai solusi krisis air bersih di Subang, Rabu, 8 April 2026 (Dok. Istimewa)
Direktur Utama Perumda Tirta Rangga Subang Lukman Nurhakim memberikan keterangan kepada awak media terkait pengembangan WTP Cijambe sebagai solusi krisis air bersih di Subang, Rabu, 8 April 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.IDKrisis air bersih akibat kekeringan mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Subang.

Namun, di tengah keterbatasan anggaran, Perumda Tirta Rangga Subang justru menghadirkan solusi tak biasa, membangun Water Treatment Plant (WTP) dengan biaya jauh lebih hemat.

Instalasi WTP di wilayah Cijambe menjadi sorotan karena dibangun hanya dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar dari APBD 2025.

Angka ini jauh di bawah estimasi pembangunan instalasi baru yang bisa mencapai Rp15 hingga Rp20 miliar.

Baca Juga: DPRD Subang sahkan Raperda Desa dan LKPJ 2025, soroti kinerja pemda dan dasar hukum pilkades

Langkah efisiensi ini menjadi isu utama, bagaimana krisis air dijawab tanpa membebani anggaran daerah secara besar.

Efisiensi jadi kunci atasi krisis air

Direktur Utama Perumda Tirta Rangga Subang, Lukman Nurhakim, menjelaskan bahwa kondisi kualitas air sempat memburuk akibat penurunan debit air selama musim kering.

Alih-alih membangun instalasi baru dengan biaya besar, pihaknya memilih memodifikasi teknologi WTP yang sudah ada agar lebih efisien namun tetap optimal.

“Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk tetap menghadirkan layanan optimal dengan pengelolaan anggaran yang efektif,” ujar Lukman Nurhakim kepada awak media, Rabu, 8 April 2026.

Baca Juga: Fakta baru begal brutal di Semarang, pelaku residivis 4 kali dipenjara dan bacok korban saat mau ke gereja

Menurutnya, pembangunan dilakukan secara bertahap mulai dari perencanaan, desain, hingga implementasi dengan melibatkan tenaga ahli dan konsultan teknis.

Hasilnya, kualitas air yang diolah melalui instalasi tersebut meningkat hingga 60 persen, meskipun saat ini masih terus dioptimalkan, terutama pada tahap pengendapan.

Masih uji coba, dampak sudah terasa

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X