GENMILENIAL.ID - Kasus begal disertai pembacokan yang viral di Jalan Halmahera, Semarang Timur, akhirnya berhasil diungkap oleh pihak kepolisian.
Dua pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut kini telah diamankan Polrestabes Semarang.
Peristiwa ini sebelumnya ramai diperbincangkan setelah rekaman CCTV menunjukkan aksi kekerasan terhadap seorang perempuan yang menjadi korban.
Dari hasil pengungkapan, terungkap sejumlah fakta baru terkait pelaku, mulai dari latar belakang kriminal hingga motif di balik aksi nekat tersebut.
Baca Juga: Tragis! Anak di Lahat bunuh dan mutilasi ibu kandung, diduga dipicu uang judi online
Pelaku residivis, berulang kali masuk penjara
Pelaku utama diketahui berinisial RIF alias Dito (25 tahun), sementara rekannya BDS alias Weng (24 tahun) berperan sebagai pengemudi sekaligus pengawas situasi.
Dito ditangkap di sebuah konter ponsel di wilayah Magelang, Jawa Tengah, pada Selasa, 7 April 2026, saat berupaya melarikan diri.
Sementara itu, Weng diamankan di wilayah Demak.
Kapolrestabes Semarang, Brigjen Pol M Syahduddi, mengungkapkan bahwa Dito merupakan seorang residivis dengan rekam jejak kriminal yang panjang.
“Pelaku utama merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan yang telah berulang kali menjalani hukuman sejak tahun 2019,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu, 8 April 2026.
Ia menjelaskan, pelaku pernah dipenjara pada 2019, kemudian kembali melakukan kejahatan pada 2020, 2022, dan 2024 dengan kasus serupa.
Senjata digunakan disembunyikan di hotel
Artikel Terkait
Waspada begal suara di Pilkada 2024, ini kata KPU Subang
Residivis pelaku pembacokan di Ranggawulung dibekuk Polres Subang di sebuah Hotel di Semarang
Polsek Pagaden tangkap residivis empat kali bui dalam kasus tipu gelap motor
Pestisida palsu rugikan petani, produsen, dan ekosistem: Residivis terancam 7 tahun penjara
Komplotan begal sadis 20 TKP dibekuk, Kapolres Subang: Tak ada ruang untuk kejahatan jalanan
Kasat Reskrim Polres Subang beberkan kronologi sadis begal 5 TKP semalam, polisi perketat patroli jalanan
Ditangkap saat pura-pura BAB, pelaku begal di Surabaya ternyata residivis dengan ratusan aksi kejahatan