Meski terendam lumpur dan berbau, warga Aceh Tamiang pilah gabah pascabanjir untuk bertahan hidup

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 10 Februari 2026 | 18:39 WIB
Warga Aceh Tamiang manfaatkan gabah yang sempat terendam air dan lumpur untuk dikonsumsi (Instagram/robi16.official)
Warga Aceh Tamiang manfaatkan gabah yang sempat terendam air dan lumpur untuk dikonsumsi (Instagram/robi16.official)

GENMILENIAL.ID — Dua bulan pascabanjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, kondisi sebagian warga masih memprihatinkan.

Keterbatasan bantuan logistik membuat warga terpaksa memanfaatkan sisa-sisa gabah yang sempat terendam air dan lumpur untuk tetap bisa dikonsumsi.

Kisah tersebut terungkap dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @robi16.official, memperlihatkan kondisi warga yang masih berjuang memenuhi kebutuhan pangan di tengah keterbatasan pascabencana.

Baca Juga: Tak ada baku hantam, penonton konser NDX di Malang soraki pria diduga maling helm, warganet sebut hukuman sosial

Gabah terendam lumpur retap dijemur dan dipilah

Dalam video tersebut, seorang warga bernama Siti Khodijah tampak memilah gabah yang masih bisa diolah menjadi beras.

Meski sebagian gabah sudah berubah warna dan mulai tumbuh kecambah, warga tetap berupaya memanfaatkannya.

“Di sini benar-benar memanfaatkan apa yang bisa mereka olah lagi. Ini padi sudah tumbuh akar, tumbuh kecambah kayak gini,” ucap perekam video dalam unggahan yang dipublikasikan pada Kamis, 5 Februari 2026.

Ia juga menyebut bahwa hingga dua bulan setelah banjir, masih banyak warga Aceh Tamiang yang mengalami keterbatasan pangan dan belum sepenuhnya mendapatkan bantuan logistik yang memadai.

Baca Juga: Viral penilaian ahli saraf: Gen Z disebut lebih rendah secara kognitif dibanding Milenial, pola belajar digital jadi sorotan

Berbau tak sedap, tetap dikonsumsi demi bertahan

Meski gabah yang diolah sudah mengeluarkan aroma tak sedap akibat terendam lumpur dan air banjir, Siti Khodijah mengaku tidak memiliki banyak pilihan.

“Aromanya juga sudah beda, sudah bau,” ujar perekam video.

“Iya, sudah bau tapi sayang juga. Untung masih bisa ditelan. Senang sekali dapat beras, terima kasih banyak,” ucap Siti Khodijah, sembari menyinggung bantuan beras dari relawan yang sangat berarti bagi keluarganya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X