Viral penilaian ahli saraf: Gen Z disebut lebih rendah secara kognitif dibanding Milenial, pola belajar digital jadi sorotan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 10 Februari 2026 | 16:50 WIB
Menyoroti penuturan ahli saraf yang menyoroti perilaku Generasi Z dengan Milenial dalam menerapkan pola belajar (Freepik.com/classmates)
Menyoroti penuturan ahli saraf yang menyoroti perilaku Generasi Z dengan Milenial dalam menerapkan pola belajar (Freepik.com/classmates)

GENMILENIAL.ID — Perdebatan soal kecerdasan Generasi Z (Gen Z) kembali mencuat di media sosial.

Kali ini, sorotan datang dari seorang ahli saraf asal Amerika Serikat yang menyebut Gen Z berpotensi menjadi generasi pertama dalam sejarah modern dengan kemampuan kognitif lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya, yakni Milenial.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh ahli saraf Dr. Jared Cooney Horvath, yang selama ini meneliti hubungan antara perkembangan otak, sistem pendidikan, dan kebiasaan belajar di era digital.

Ulasannya sontak memantik diskusi luas di jagat maya, terutama di kalangan pendidik dan orang tua.

Baca Juga: Jelang Ramadan, inflasi Subang terkendali di angka 2,92 persen

Gen Z disebut catat nilai akademik lebih rendah

Dalam pernyataannya yang dikutip dari New York Post, Selasa, 10 Februari 2026, Jared menyebut bahwa berdasarkan data tes akademik standar, Gen Z mencatatkan hasil yang lebih rendah dibandingkan generasi Milenial.

“Mereka adalah generasi pertama dalam sejarah modern yang mendapat nilai lebih rendah pada tes akademik standar dibandingkan generasi sebelumnya,” ujar Jared.

Menurutnya, selama beberapa dekade, dunia selalu berasumsi bahwa setiap generasi baru akan tumbuh lebih cerdas dari pendahulunya. Namun, pola tersebut dinilai mulai terhenti pada Gen Z.

Baca Juga: Sempat trauma usai bencana, ibu suarni di Aceh Tengah menangis saat kembali ke area rumahnya yang hilang tersapu longsor

Terlalu lama menatap layar gadget

Jared mengungkapkan, salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah kebiasaan Gen Z yang tumbuh berdampingan dengan gadget sejak usia dini.

Generasi yang lahir antara 1997 hingga 2010 itu dinilai menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar ponsel, tablet, maupun laptop.

“Lebih dari setengah waktu seorang remaja saat ini dihabiskan untuk menatap layar,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X