GENMILENIAL.ID — Perdebatan soal kecerdasan Generasi Z (Gen Z) kembali mencuat di media sosial.
Kali ini, sorotan datang dari seorang ahli saraf asal Amerika Serikat yang menyebut Gen Z berpotensi menjadi generasi pertama dalam sejarah modern dengan kemampuan kognitif lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya, yakni Milenial.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh ahli saraf Dr. Jared Cooney Horvath, yang selama ini meneliti hubungan antara perkembangan otak, sistem pendidikan, dan kebiasaan belajar di era digital.
Ulasannya sontak memantik diskusi luas di jagat maya, terutama di kalangan pendidik dan orang tua.
Baca Juga: Jelang Ramadan, inflasi Subang terkendali di angka 2,92 persen
Gen Z disebut catat nilai akademik lebih rendah
Dalam pernyataannya yang dikutip dari New York Post, Selasa, 10 Februari 2026, Jared menyebut bahwa berdasarkan data tes akademik standar, Gen Z mencatatkan hasil yang lebih rendah dibandingkan generasi Milenial.
“Mereka adalah generasi pertama dalam sejarah modern yang mendapat nilai lebih rendah pada tes akademik standar dibandingkan generasi sebelumnya,” ujar Jared.
Menurutnya, selama beberapa dekade, dunia selalu berasumsi bahwa setiap generasi baru akan tumbuh lebih cerdas dari pendahulunya. Namun, pola tersebut dinilai mulai terhenti pada Gen Z.
Terlalu lama menatap layar gadget
Jared mengungkapkan, salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah kebiasaan Gen Z yang tumbuh berdampingan dengan gadget sejak usia dini.
Generasi yang lahir antara 1997 hingga 2010 itu dinilai menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar ponsel, tablet, maupun laptop.
“Lebih dari setengah waktu seorang remaja saat ini dihabiskan untuk menatap layar,” jelasnya.
Artikel Terkait
Milenial dan Gen Z harus tau, ini gebrakan Kang Rey dalam atasi problem tenaga kerja di Subang: Siapkan sistem yang terintegrasi
Gejolak Nepal memanas: Revolusi Gen Z melawan korupsi dan larangan medsos
Ketua BEM UI ingatkan pejabat belajar dari protes Gen Z Nepal: Jangan hanya redakan amarah publik
Luka lama monarki belum pulih, demo Gen Z Nepal 2025 berujung krisis politik
Dari medsos ke jalanan: Pola aksi Gen Z global, dari Nepal hingga Peru pecahkan status quo politik
CoreLab 2025 di Unesa: Promedia bekali mahasiswa Gen Z skill content creator untuk hadapi persaingan digital
Viral souvenir pernikahan Gen Z pakai bibit pohon, warganet gemas pengen niru