Dalam video yang sama, terlihat lingkungan sekitar rumah masih dipenuhi lumpur, serta sejumlah perabotan rumah tangga yang dikeluarkan untuk dibersihkan.
Baca Juga: Jelang Ramadan, inflasi Subang terkendali di angka 2,92 persen
Aceh Tamiang masih berstatus tanggap darurat
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa Kabupaten Aceh Tamiang masih berstatus tanggap darurat, bersama dengan Aceh Tengah dan Pidie Jaya.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Aceh telah menetapkan status transisi darurat menuju pemulihan untuk sebagian besar wilayah.
Berdasarkan pengumuman Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, masa transisi darurat menuju pemulihan akan berlangsung selama 90 hari, terhitung sejak 29 Januari 2026 hingga 29 April 2026.
Status tanggap darurat masih diberlakukan di sejumlah wilayah karena akses yang sulit dijangkau serta kebutuhan logistik warga terdampak yang masih harus dipenuhi.***
Artikel Terkait
Salim A Fillah ingatkan bencana Sumatera belum usai, pilih hidupkan sekolah demi masa depan anak-anak
Debu pekat selimuti Aceh Tamiang usai helikopter mendarat, lumpur kering picu ancaman kesehatan warga
Dua bulan pascabanjir, warga Kampung Jamat Aceh Tengah masih krisis air bersih
Dua bulan pascabanjir Aceh Timur, kegiatan mengaji anak-anak di Dayah Sarah Gala masih terhenti
Semangat anak-anak Desa Sekumur Aceh Tamiang, bawa meja sendiri untuk belajar di sekolah
Dua bulan pascabanjir, warga Desa Sekumur Aceh Tamiang bertahan pakai air sungai keruh
Sempat trauma usai bencana, ibu suarni di Aceh Tengah menangis saat kembali ke area rumahnya yang hilang tersapu longsor