Sisa kebutuhan akan dipenuhi pada awal tahun 2026, seiring mekanisme pertanggungjawaban akhir tahun anggaran.
Dana Siap Pakai juga dapat digunakan untuk pengadaan barang strategis yang akan dihibahkan ke daerah terdampak, seperti jembatan Bailey, selimut, matras, dan logistik darurat lainnya.
Pembangunan jembatan Bailey dinilai krusial untuk memulihkan konektivitas wilayah yang terputus akibat bencana.
Mekanisme ketat dan akuntabel
Penggunaan Dana Siap Pakai mengacu pada sejumlah regulasi, antara lain PMK Nomor 105/PMK.05/2013, PMK Nomor 173/PMK.05/2019, serta Peraturan BNPB Nomor 4 Tahun 2020. Seluruh pemanfaatan anggaran wajib mengedepankan prinsip akuntabilitas dan kehati-hatian.
Untuk operasional personel, pencairan dilakukan selama fase tanggap dan transisi darurat berlangsung.
Sementara itu, pengadaan barang seperti jembatan Bailey dibayarkan setelah pekerjaan selesai dan dinyatakan layak melalui audit BPKP, serta diawasi oleh BPK.
Skema ini sebelumnya telah diterapkan pada berbagai bencana, termasuk penggantian tujuh jembatan Bailey sepanjang 2024–2025 di sejumlah daerah.
Rincian penyaluran dana BNPB
Hingga Rabu 31 Desember 2025, BNPB telah menyalurkan Dana Siap Pakai untuk pemulihan bencana Sumatra dengan rincian, dukungan operasi pencarian dan pertolongan Rp28,8 miliar, pemenuhan logistik dasar warga terdampak Rp202,3 miliar, operasi udara Rp148,3 miliar, serta pendataan kerusakan dan uang muka hunian sementara serta Dana Tunggu Hunian (DTH).
Pemerintah menegaskan akan terus mengawal percepatan pemulihan kawasan terdampak bencana dengan dukungan anggaran yang memadai, sekaligus memastikan setiap rupiah uang negara digunakan secara tepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.***
Artikel Terkait
Dapat bantuan via helikopter, warga Gayo Lues justru beri durian dan manggis untuk TNI
Menunggu bantuan air bersih, warga Tamiang Hulu bertahan gunakan air sisa banjir untuk kebutuhan sehari-hari
Masih terisolir, bantuan ke Desa Pasir Gayo Lues harus seberangi sungai deras dan jembatan tali
Harga Sembako melambung hingga dua kali lipat, warga Takengon rela jalan kaki 5 jam ke Bener Meriah
Warga Tebing Tinggi Kalsel naik ke atap ambulans saat banjir bandang terjang permukiman
Sebulan pascabanjir bandang, warga Desa Babo Aceh Tamiang masih butuh baju hingga tenda pengungsian
Antisipasi KLB penyakit pascabanjir, eks Ketum PB IDI ingatkan pelayanan kesehatan harus dekat dengan posko pengungsian