GENMILENIAL.ID — Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera pada akhir November 2025 lalu masih menyisakan dampak serius bagi kehidupan warga, termasuk pada sektor perekonomian.
Putusnya akses jalan antarwilayah membuat distribusi logistik tersendat dan memicu lonjakan harga kebutuhan pokok.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.
Terputusnya jalur utama menuju Bener Meriah membuat wilayah Takengon sempat terisolir dan sulit dijangkau kendaraan. Akibatnya, harga sembako di pasar lokal melonjak tajam.
Baca Juga: Masih terisolir, bantuan ke Desa Pasir Gayo Lues harus seberangi sungai deras dan jembatan tali
Harga beras dan telur naik hingga dua kali lipat
Lonjakan harga kebutuhan pokok di Takengon terungkap dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @ayumten pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Dalam video tersebut, seorang warga menceritakan perbedaan harga sembako yang cukup signifikan antara Takengon dan Kampung Kem, Bener Meriah.
“Harga beras di Kem Rp250 ribu per sak 15 kilogram, kalau di Takengon sudah Rp400 ribu. Minyak goreng satu liter di Kem Rp25 ribu, di Takengon Rp35 ribu,” ujar warga tersebut.
Tak hanya beras dan minyak goreng, harga telur ayam juga mengalami lonjakan drastis.
Di Kampung Kem, telur ayam dijual Rp65 ribu per papan, sementara di Takengon harganya telah mencapai Rp120 ribu.
“Sebagian harganya dua kali lipat, sebagian lebih,” lanjutnya.
Pulang-pergi 5 jam jalan kaki demi logistik
Artikel Terkait
Di tengah banjir Aceh Tamiang, kisah ayah selamatkan kucing peliharaan ini bikin haru warganet
Sawah dan rumah hancur, begini kondisi Garoga Tapsel tiga pekan setelah dihantam banjir bandang kayu gelondongan
Mantan Ketum PB IDI ingatkan pelayanan kesehatan di posko pengungsi banjir Sumatera: Harus cepat ditolong tanpa rujukan RS
Tak hanya fisik, mental penyintas banjir bandang di Aceh Tamiang mulai lelah pascabencana
Momen haru warga Gayo berlarian beri durian untuk TNI usai drop bantuan logistik
Sebulan pascabanjir, akses Syiah Utama Bener Meriah masih terputus, jembatan darurat berbahaya untuk logistik
Sebulan berlalu, warga Aceh Tamiang ceritakan detik-detik 18 orang bertahan di atap rumah saat banjir datang