GENMILENIAL.ID — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Tamiang tak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga memicu persoalan serius di sektor kesehatan.
Di Kecamatan Tamiang Hulu, sebagian warga masih terpaksa menggunakan air sisa banjir untuk mandi, mencuci, hingga membersihkan peralatan makan karena krisis air bersih belum sepenuhnya teratasi.
Kondisi darurat ini membuat warga berada dalam situasi rentan.
Air banjir yang berwarna coklat keruh dan diduga tercemar terpaksa dimanfaatkan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, meski berisiko terhadap kesehatan.
Baca Juga: Dapat bantuan via helikopter, warga Gayo Lues justru beri durian dan manggis untuk TNI
Gatal-gatal hingga koreng mulai dialami warga
Penggunaan air banjir mulai menimbulkan keluhan kesehatan. Salah satu warga Tamiang Hulu mengungkapkan bahwa dirinya dan anggota keluarga mengalami gangguan kulit setelah menggunakan air tersebut.
“Biasanya kan mandi pakai air bersih dari PAM. Sekarang pakai air sumur, dan air sumur itu juga dari sisa banjir,” ujar warga tersebut dalam unggahan akun Instagram @a.muhammadkurniawan.s, dikutip Sabtu, 27 Desember 2025.
Ia menduga air yang digunakan telah tercemar bakteri.
“Entah airnya kena apa, datang dari mana. Mungkin bakteri nempel ke kulit,” lanjutnya.
Baca Juga: Banjir bandang hantam Agam lagi, Sungai Maninjau penuh batu dan kayu hantam permukiman
Keluhan tak berhenti di situ. Anak dari warga tersebut bahkan mengalami koreng akibat gatal-gatal yang muncul di kulit.
“Itu korengan anak saya. Saya juga kena gatal-gatal,” ungkapnya.
Air banjir dipakai untuk mencuci peralatan makan
Artikel Terkait
Ferry Irwandi ingatkan risiko syok pasar usai kirim cabe dari Aceh: Rantai suplai jangan rusak
Sherly Annavita bongkar realita distribusi bantuan bencana Sumatera: Akses terjal hingga minim komando terpusat
Di tengah banjir Aceh Tamiang, kisah ayah selamatkan kucing peliharaan ini bikin haru warganet
Sawah dan rumah hancur, begini kondisi Garoga Tapsel tiga pekan setelah dihantam banjir bandang kayu gelondongan
Momen haru warga Gayo berlarian beri durian untuk TNI usai drop bantuan logistik
Sebulan pascabanjir, akses Syiah Utama Bener Meriah masih terputus, jembatan darurat berbahaya untuk logistik
Sebulan berlalu, warga Aceh Tamiang ceritakan detik-detik 18 orang bertahan di atap rumah saat banjir datang