GENMILENIAL.ID — Sudah sebulan berlalu sejak banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Sumatera, namun penderitaan warga terdampak masih terasa hingga kini.
Di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, kebutuhan dasar seperti pakaian, selimut, hingga tenda pengungsian masih sangat dibutuhkan.
Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi sejak akhir November 2025 lalu berdampak luas di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Selama sebulan penanganan pascabencana, bantuan dari relawan maupun pemerintah terus berdatangan, namun distribusinya belum merata akibat akses jalan yang terputus.
Baca Juga: Warga Tebing Tinggi Kalsel naik ke atap ambulans saat banjir bandang terjang permukiman
Warga masih kekurangan bantuan sandang
Kondisi memilukan warga Desa Babo terungkap melalui video yang diunggah akun Instagram @vitadaud19 pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Dalam video tersebut, terlihat anak-anak kecil mendatangi mobil relawan dengan kondisi memprihatinkan.
“Bu, baju ada?” tanya seorang anak laki-laki yang menghampiri relawan tanpa mengenakan baju dan alas kaki.
Tak hanya satu anak, beberapa anak lainnya juga meminta pakaian dan selimut untuk digunakan saat tidur.
Baca Juga: Harga Sembako melambung hingga dua kali lipat, warga Takengon rela jalan kaki 5 jam ke Bener Meriah
Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan sandang masih menjadi persoalan utama bagi warga, meski bencana telah berlalu selama satu bulan.
Relawan yang datang menyebut, selain makanan, warga sangat membutuhkan pakaian layak, selimut, serta perlengkapan tidur untuk bertahan di tengah kondisi darurat yang berkepanjangan.
Sebulan hidup dalam gelap gulita
Artikel Terkait
Mantan Ketum PB IDI ingatkan pelayanan kesehatan di posko pengungsi banjir Sumatera: Harus cepat ditolong tanpa rujukan RS
Tak hanya fisik, mental penyintas banjir bandang di Aceh Tamiang mulai lelah pascabencana
Momen haru warga Gayo berlarian beri durian untuk TNI usai drop bantuan logistik
Sebulan pascabanjir, akses Syiah Utama Bener Meriah masih terputus, jembatan darurat berbahaya untuk logistik
Sebulan berlalu, warga Aceh Tamiang ceritakan detik-detik 18 orang bertahan di atap rumah saat banjir datang
Banjir bandang hantam Agam lagi, Sungai Maninjau penuh batu dan kayu hantam permukiman
Menunggu bantuan air bersih, warga Tamiang Hulu bertahan gunakan air sisa banjir untuk kebutuhan sehari-hari