Sebulan pascabanjir bandang, warga Desa Babo Aceh Tamiang masih butuh baju hingga tenda pengungsian

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 28 Desember 2025 | 12:45 WIB
Desa Babo di Aceh Tamiang masih gelap karena listrik yang belum pulih pascabanjir akhir November 2025 (Instagram/vitadaud19)
Desa Babo di Aceh Tamiang masih gelap karena listrik yang belum pulih pascabanjir akhir November 2025 (Instagram/vitadaud19)

GENMILENIAL.ID — Sudah sebulan berlalu sejak banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Sumatera, namun penderitaan warga terdampak masih terasa hingga kini.

Di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, kebutuhan dasar seperti pakaian, selimut, hingga tenda pengungsian masih sangat dibutuhkan.

Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi sejak akhir November 2025 lalu berdampak luas di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Selama sebulan penanganan pascabencana, bantuan dari relawan maupun pemerintah terus berdatangan, namun distribusinya belum merata akibat akses jalan yang terputus.

Baca Juga: Warga Tebing Tinggi Kalsel naik ke atap ambulans saat banjir bandang terjang permukiman

Warga masih kekurangan bantuan sandang

Kondisi memilukan warga Desa Babo terungkap melalui video yang diunggah akun Instagram @vitadaud19 pada Sabtu, 27 Desember 2025.

Dalam video tersebut, terlihat anak-anak kecil mendatangi mobil relawan dengan kondisi memprihatinkan.

“Bu, baju ada?” tanya seorang anak laki-laki yang menghampiri relawan tanpa mengenakan baju dan alas kaki.

Tak hanya satu anak, beberapa anak lainnya juga meminta pakaian dan selimut untuk digunakan saat tidur.

Baca Juga: Harga Sembako melambung hingga dua kali lipat, warga Takengon rela jalan kaki 5 jam ke Bener Meriah

Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan sandang masih menjadi persoalan utama bagi warga, meski bencana telah berlalu selama satu bulan.

Relawan yang datang menyebut, selain makanan, warga sangat membutuhkan pakaian layak, selimut, serta perlengkapan tidur untuk bertahan di tengah kondisi darurat yang berkepanjangan.

Sebulan hidup dalam gelap gulita

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X