Abdul juga menyentil persoalan struktur biaya Garuda yang dianggap tidak masuk akal. Ia menilai manajemen selama ini membiarkan model bisnis berjalan tanpa perhitungan matang.
“Satu pesawat Garuda ini baru bisa untung kalau terisi 150 persen. Jadi 25 persen di sayap kanan, 25 persen di sayap kiri. Artinya masalahnya ada di dalam,” ujarnya.
Pernyataan itu menggambarkan betapa beratnya beban operasional Garuda sehingga mustahil menghasilkan keuntungan tanpa reform besar-besaran.
DPR minta 3 langkah konkret dalam 3 bulan
Di akhir intervensinya, Abdul meminta Glenny merinci tiga inisiatif utama yang akan dilakukan dalam tiga bulan pertama masa kepemimpinannya.
“Kalau diberikan waktu 3 bulan, saya ingin tahu, tiga inisiatif utama yang dijalankan itu apa,” tanya Abdul.
Ia menegaskan DPR ingin melihat pembenahan yang terukur, cepat, dan dengan hasil yang bisa dievaluasi.***
Artikel Terkait
Luruskan hoaks KUHAP baru, Ketua Komisi III DPR: Pemblokiran rekening tetap harus izin hakim
Debat larangan thrifting, BAM DPR: Yang banjiri RI justru 28 ribu kontainer tekstil ilegal
DPR ungkap bobroknya distribusi solar subsidi: Mobil mewah ikut isi, barcode digandakan, hingga pelangsiran terstruktur
Penerimaan pajak neto turun 3,9 persen, DPR sentil Menkeu Purbaya: Ruang fiskal 2026 terancam makin sempit
DPR cecar Kepala Otorita IKN soal kepastian jumlah ASN pindah ke IKN, singgung risiko bangunan mubazir
Ketua DPR hingga Mendagri desak audit tuntas usai ibu hamil di Papua ditolak 4 RS: Tak boleh terulang lagi
DPR usul SIM berlaku seumur hidup, sebut perpanjangan 5 tahunan hanya membebani publik