DPR desak Garuda dibersihkan total: Cukup aji mumpungnya, saatnya tangan besi dipakai!

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 2 Desember 2025 | 17:13 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih mendesak Dirut Garuda Indonesia lakukan pembenahan internal maskapai (Instagram/abdulhakimbafagih)
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih mendesak Dirut Garuda Indonesia lakukan pembenahan internal maskapai (Instagram/abdulhakimbafagih)

GENMILENIAL.ID — Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih, menegaskan dukungan penuh terhadap langkah tegas Direktur Utama Garuda Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Glenny Kairupan, dalam melakukan bersih-bersih internal maskapai pelat merah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Abdul saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR bersama direksi Garuda Indonesia pada Senin, 1 Desember 2025.

Abdul menyebut pembenahan Garuda tidak bisa lagi dilakukan dengan pendekatan lunak. Ia menilai masalah efisiensi dan kebocoran di internal maskapai sudah berlangsung terlalu lama.

Baca Juga: Viral pegawai SPBU pakai celana jeans, warganet singgung seragam Pertamina hingga isu pengoplosan BBM

Dukung 'bersih-bersih' ala militer

Dalam forum resmi itu, Abdul terang-terangan meminta Glenny bertindak keras untuk mengakhiri praktik penyimpangan yang selama ini menggerogoti performa Garuda.

“Kalau perlu tangan besi, tangan besi sekalian. Karena kalau tidak begitu, enggak bisa. Di dalam Garuda ini enggak ada efisiensi,” ujar Abdul.

Ia menegaskan, restrukturisasi dan disiplin manajemen harus dilakukan serius agar Garuda kembali sehat secara bisnis.

Cukup aji mumpungnya, stop gaya kerja lama

Abdul turut mengkritik kultur kerja lama di tubuh Garuda yang menurutnya masih dipenuhi mentalitas mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Baca Juga: Kepala BNPB akui salah nilai bencana di Tapanuli Selatan, minta penanganan dipercepat dan soroti pengungsi terlalu lama di tenda

“Sudah cukup sampai di sini. Cukup berleha-lehanya, cukup gampanginnya, cukup aji mumpungnya. Sekarang kita benerin Garuda bareng-bareng,” tegasnya.

Menurutnya, Garuda sebagai maskapai nasional memiliki tanggung jawab besar, sehingga setiap pembenahan internal harus dilakukan tanpa kompromi.

Model bisnis tak sehat: Pesawat baru untung jika terisi 150 persen

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X