Basarnas catat 447 korban meninggal akibat bencana Sumatera, ratusan hilang dan korban luka belum tertangani

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 1 Desember 2025 | 23:57 WIB
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii ungkap perkembangan terbaru soal penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat (YouTube/TVR Parlemen)
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii ungkap perkembangan terbaru soal penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat (YouTube/TVR Parlemen)

GENMILENIAL.ID — Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memaparkan kondisi terkini operasi pencarian dan pertolongan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat setelah kawasan tersebut diterjang banjir, longsor, banjir bandang, hingga lumpur sejak 25 November 2025.

Dalam rapat bersama Komisi V DPR RI pada Senin, 1 Desember 2025, Syafii menjelaskan bahwa skala bencana kali ini tergolong salah satu yang paling berat dalam beberapa tahun terakhir.

33 Ribu warga terdampak, 447 meninggal, ratusan hilang

Syafii menyebutkan jumlah warga terdampak mencapai 33.602 orang. Dari total tersebut, 447 warga ditemukan meninggal dunia, sementara 399 lainnya masih hilang dan dalam pencarian intensif.

Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian: Penjarahan di Sumatera karena warga lapar, pemerintah sudah all out tangani bencana

“Kami telah mengevakuasi 447 jiwa dalam kondisi meninggal dan yang terlaporkan masih dalam pencarian sebanyak 399 jiwa,” jelasnya.

Basarnas menyebut tingginya angka korban dipicu faktor cuaca ekstrem, kerusakan akses darat, dan luasnya wilayah yang terdampak.

Korban luka berat belum tersentuh medis selama berhari-hari

Kondisi paling memprihatinkan ditemukan di daerah terisolasi, salah satunya di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Syafii mengungkapkan banyak korban mengalami luka parah, termasuk patah tulang terbuka, namun belum mendapatkan penanganan medis sejak awal bencana.

Baca Juga: Viral video anjing merintih di tengah banjir Medan, warganet sampai haru dan berebut ingin membantu

“Rata-rata kondisi korban di daerah terisolasi ini banyak yang mengalami luka patah terbuka dan sudah lebih dari lima hari belum mendapatkan sentuhan medis,” ujarnya.

Untuk menjangkau titik-titik tersebut, Basarnas mengerahkan helikopter guna mengevakuasi warga serta menyalurkan bantuan darurat.

Operasi SAR disebut salah satu yang terberat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X