Diduga bukan transaksi pertama
KPK juga menemukan indikasi bahwa kasus ini bukanlah peristiwa tunggal.
Budi menjelaskan bahwa lembaganya sudah mencium adanya penyerahan uang dalam beberapa tahap sebelumnya sebelum OTT dilakukan.
“Kegiatan tangkap tangan ini adalah bagian dari beberapa penyerahan sebelumnya,” ujarnya.
“Jadi sebelum OTT ini, diduga sudah ada transaksi-transaksi lain yang terjadi,” lanjutnya.
Sudah 4 kali KPK tangani kasus di Riau
KPK mencatat bahwa Provinsi Riau telah berulang kali terseret kasus korupsi. Menurut Budi, kasus kali ini menjadi yang keempat dalam catatan penanganan KPK di wilayah tersebut.
Baca Juga: Selain dicap ‘kota hantu’, akademisi ungkap dua isu utama yang bikin IKN jadi sorotan media asing
“Kami juga mengimbau kepada pemerintah Provinsi Riau untuk melakukan perbaikan serius. Kalau tidak salah hitung, ini sudah empat kali KPK menangani kasus korupsi di Riau,” tutup Budi.
Kasus terbaru ini menambah daftar panjang praktik korupsi di daerah, sekaligus menjadi peringatan bagi kepala daerah agar meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek infrastruktur publik.***
Artikel Terkait
Pj Gubernur Riau bangga dan dukung penuh perayaan HPN 2025 di Riau
Sapi kurban Presiden Prabowo seberat 900 kg, dipelihara polisi peternak di Riau
Menaker: OTT Noel jadi pukulan berat, tak ada toleransi untuk korupsi
KPK: 14 Orang dan 22 kendaraan diamankan dalam OTT Wamenaker Noel
Wamenaker tertangkap OTT KPK, Istana sebut korupsi stadium 4
OTT KPK di Riau: 10 Orang diamankan termasuk penyelenggara negara, dugaan korupsi di Dinas PUPR
OTT Gubernur Riau, Puan Maharani minta pejabat daerah introspeksi: Jangan lagi terulang