Pelaku usaha di dalam negeri juga menilai informasi nutrisi sudah tercantum di kemasan, sehingga aturan baru dianggap membebani.
Baca Juga: Tak targetkan dialog, demo buruh di DPR hanya sampaikan aspirasi
Namun, pakar kesehatan publik dari CISDI, Diah Saminarsih, menegaskan pentingnya kebijakan ini.
“Industri memang selalu memberi tekanan, tapi semakin banyak orang jatuh sakit akibat pola makan tak sehat. Label GGL krusial untuk melindungi masyarakat,” ujarnya.***
Artikel Terkait
Prabowo soroti kasus beras oplosan: Negara rugi Rp100 triliun, mafia pangan dianggap musuh rakyat
Kasus beras oplosan rugikan rakyat Rp99 triliun, Satgas Pangan Polri naikkan status ke penyidikan
Polsek Cibogo tanam jagung hibrida, Polri dorong desa jadi pilar ketahanan pangan nasional
Pemerintah gelontorkan Rp1,5 triliun untuk serap gula petani, harga dijaga Rp14.500 per kilogram
Keluhan petani tebu ke DPR: Stok gula mandek 100 ribu ton, impor dinilai tak terkendali
Satgas Pangan ungkap produsen takut diperiksa, stok beras premium di ritel menipis
Danantara kucurkan Rp1,5 triliun untuk serap gula, Bapanas: Jangan ada yang jual di bawah HAP!