Danantara kucurkan Rp1,5 triliun untuk serap gula, Bapanas: Jangan ada yang jual di bawah HAP!

photo author
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 15:54 WIB
Ilustrasi gula - proses penyerapan gula petani dalam negeri dilakukan oleh Danantara melalui ID FOOD (Unsplash/Faran Raufi)
Ilustrasi gula - proses penyerapan gula petani dalam negeri dilakukan oleh Danantara melalui ID FOOD (Unsplash/Faran Raufi)

GENMILENIAL.ID – Pemerintah melalui Danantara dan ID Food menyiapkan dana Rp1,5 triliun untuk menyerap gula petani dalam negeri, termasuk dari sektor swasta.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat cadangan gula nasional.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menegaskan penyerapannya sedang berjalan dan meminta petani bersabar.

“Pasti ada prinsip kehati-hatian, governance harus benar. Kalau sudah cair, penyerapannya akan segera digerakkan,” ujarnya di Jakarta, Rabu 27 Agustus 2025. 

Baca Juga: Demo buruh 28 Agustus, Said Iqbal: Jangan framing mahasiswa-pelajar akan lakukan kekerasan

Selain memastikan penyerapan, Bapanas memperingatkan keras pihak yang masih nekat menjual gula di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) Rp14.500/kg.

“Kalau Danantara sudah turun tapi masih ada yang ngeyel jual di bawah HAP, laporkan ke kami. Siapa yang beli dan siapa yang jual,” tegas Ketut.

Target cadangan gula

  • Cadangan gula pemerintah (CGP) minimal dikelola di angka 260 ribu ton.
  • Stok akhir 2025 ditargetkan 26 ribu ton.
  • CGP bersumber dari produksi dalam negeri, dikelola ID Food.
  • Raw sugar impor tahun ini tetap disimpan, belum akan didistribusikan.

Baca Juga: DPRD soroti KUA-PPAS 2026, Pemkab Subang janji optimalkan PAD dan pastikan efisiensi APBD

Bapanas bersama Satgas Pangan Polri juga memperketat pengawasan gula rafinasi agar tidak merembes ke pasar umum.

“Penegakan hukum terhadap rembesan gula rafinasi sedang berjalan karena ini jadi perhatian serius,” kata Ketut.

Dengan produksi gula 2024/2025 diproyeksikan mencapai 2,6 juta ton, Indonesia berada di urutan kedua terbesar di ASEAN setelah Thailand (10 juta ton), melampaui Filipina (1,8 juta ton) dan Vietnam (1,1 juta ton).***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X