Prabowo soroti kasus beras oplosan: Negara rugi Rp100 triliun, mafia pangan dianggap musuh rakyat

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 22 Juli 2025 | 01:42 WIB
Presiden Prabowo saat menghadiri penutupan Kongres PSI 2025 di Edutorium UMS, Solo pada Minggu, 20 Juli 2025 (Tangkapan layar YouTube PSI)
Presiden Prabowo saat menghadiri penutupan Kongres PSI 2025 di Edutorium UMS, Solo pada Minggu, 20 Juli 2025 (Tangkapan layar YouTube PSI)

GENMILENIAL.ID – Presiden RI, Prabowo Subianto, menyoroti praktik pengoplosan beras yang dinilai sebagai bentuk kejahatan ekonomi berat dan menyengsarakan rakyat.

Ia menyebut negara merugi hingga Rp100 triliun per tahun akibat praktik curang ini.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menutup Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Minggu, 20 Juli 2025.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut banyak pengusaha tidak bertanggung jawab yang memanipulasi kualitas dan harga beras.

Baca Juga: Garuda muda wajib kandaskan Malaysia di laga penentu Grup A Piala AFF U-23 2025

“Kita akan terus tegakkan, masih banyak permainan jahat dari pengusaha yang menipu rakyat. Beras biasa dibilang premium, harga dinaikkan seenaknya,” tegas Prabowo.

Menurutnya, pengoplosan beras bukan hanya pelanggaran hukum biasa, melainkan bentuk subversi ekonomi.

“Ini kejahatan ekonomi luar biasa. Menurut saya, ini termasuk subversi ekonomi, menikam rakyat,” ujarnya.

Ia menilai kerugian tersebut bisa dialihkan untuk mengentaskan kemiskinan.

“Bayangkan kalau Rp1000 triliun dalam 10 tahun, kita bisa hilangkan kemiskinan,” katanya.

Baca Juga: Vanenburg tegaskan wajib menang lawan Malaysia: Ini seperti derbi, bukan main aman

Prabowo mengaku telah memerintahkan Kejaksaan Agung dan kepolisian untuk menindak tegas mafia pangan.

Ia menekankan, perlindungan terhadap rakyat dari praktik dagang curang menjadi prioritas utama pemerintah.

Meskipun demikian, Prabowo menyampaikan optimisme atas ketersediaan cadangan beras nasional yang disebutnya mencapai 4,2 juta ton.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X