GENMILENIAL.ID - Jabatan Rais Aam kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan dugaan politik uang yang dikaitkan dengan proses pemilihan jabatan tersebut dalam Muktamar NU ke-35.
Laporan dugaan tersebut disampaikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Di tengah polemik itu, posisi Rais Aam menjadi perhatian karena jabatan tersebut memiliki kedudukan penting dalam struktur kepengurusan Nahdlatul Ulama (NU).
Lantas, apa sebenarnya jabatan Rais Aam dan mengapa posisi tersebut begitu penting bagi NU?
Baca Juga: 15 Kendaraan terlibat kecelakaan di Tol Cipularang, polisi ungkap dugaan awal
Rais Aam, pimpinan tertinggi Syuriyah
Rais Aam merupakan pemimpin tertinggi dalam jajaran Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Dalam struktur NU, Syuriyah merupakan pimpinan tertinggi yang memiliki tugas dan kewenangan dalam membina serta mengawasi pelaksanaan keputusan organisasi.
Struktur kepengurusan PBNU memiliki beberapa unsur, di antaranya Syuriyah dan Tanfidziyah. Syuriyah berkaitan dengan kepemimpinan dan urusan keagamaan organisasi, sedangkan Tanfidziyah menjalankan keputusan serta program organisasi.
Dalam kepengurusan PBNU masa khidmah 2026-2031, Rais Aam tercatat sebagai bagian dari Pengurus Harian Syuriyah. Posisi tersebut saat ini ditempati KH Miftachul Akhyar.
Baca Juga: Kontroversi sebut ‘enjoy’ di tengah kabut asap, walkot Palembang akui salah pilih kata
Karena berada di posisi tertinggi dalam Syuriyah, Rais Aam memiliki peran penting dalam menjaga arah kebijakan umum dan pelaksanaan keputusan organisasi.
Apa tugas Rais Aam NU?
Rais Aam tidak hanya berfungsi sebagai simbol kepemimpinan keagamaan. Jabatan ini memiliki tugas dan kewenangan yang diatur dalam ketentuan organisasi NU.
Artikel Terkait
NU diminta jadi pilar pembangunan Subang, Sekda Asep Nuroni tekankan sinergi
Resmi berhentikan Gus Yahya dari kursi ketum, Rais Aam PBNU disebut akan ambil alih kekosongan jabatan
Rais Aam PBNU tegaskan Gus Yahya tak lagi menjabat ketua umum dan umumkan pembentukan TPF
Mahfud MD sindir konflik internal NU: Bukan PBNU lagi, tapi sudah mirip PTNU
Bupati Subang kukuhkan pengurus Panglima Santri di Harlah ke-100 NU, tegaskan kolaborasi ulama dan umara
Profil Gus Kikin yang terpilih jadi Ketum PBNU: Cicit ulama pendiri NU, pengasuh Ponpes Tebuireng
Dugaan politik uang Muktamar NU masuk KPK, soroti pengondisian dukungan Rais Aam